METROPOLIS

Puluhan Biro Perjalanan Umrah Kaltim Diminta Menunggu

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltim, Sofyan Noor didampingi Kabid Penyelengaran Haji dan Umrah (PHU) Ahmad Ridani saat menjelaskan kepada wartawan di Kanwil Kemenang Kaltim di Samarinda.

SAMARINDA, Kate.id – Kebijakan otoritas Pemerintah Arab Saudi yang menutup sementara akses dari sejumlah negara, termasuk Indonesia untuk masuk ke wilayahnya, berdampak pada sejumlah jadwal perjalanan umrah di tanah air. Tak terkecuali di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). 

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltim, Sofyan Noor didampingi Kabid Penyelengaran Haji dan Umrah (PHU) Ahmad Ridani mengatakan, pihaknya masih menunggu kajian dari Kementerian Agama terkait hal tersebut.

Ia belum bisa memastikan bagaimana nasib jemaah umrah asal Kaltim yang sudah mendaftar, termasuk yang sudah terlanjur terbang dan berada di Arab Saudi. “Kami masih menunggu (informasi) kajiannya dari pusat,” katanya, saat ditemui di kantor Kemenag Kaltim, di Samarinda, Rabu (27/2).

Dari data yang diperoleh, ada 14.628 daftar jemaah umrah dari Kaltim. Yang terbagi dari 9 kabupaten kota. Terbanyak dari Samarinda dengan 4.566 jemaah, disusul Balikpapan dengan 3.967 jemaah, Kutai Kartanegara 1.516 jemaah, Bontang 1.220 jemaah.

Kemudian Kutai Timur 1.145 jemaah, lalu Berau 913 jemaah, dan Penajam Paser Utara 628 jemaah. Selanjutnya, Paser 486 jemaah dan Kutai Barat 184 jemaah. Angka tersebut daftar dari Agustus 2019 hingga Februari 2020 ini. 

Kemenag Kaltim, kata dia, masih mencari informasi perihal jumlah pasti jemaah dari Kaltim yang sudah berangkat ke Arab Saudi. Termasuk yang terdaftar menunggu keberangkatan, atau yang sudah keluar visa-nya. 

“Makanya kami terus koordinasi dengan biro perjalanan yang mengantar jemaah ke Arab Saudi. Sampai sekarang belum ada masalah sih,” jelasnya.

Ilustrasi, para jemaah haji Kaltim pada saat di Asrama Haji sebelum menuju tanah suci, tahun lalu.

Ia menyebutkan, ada sedikitnya 47 biro perjalanan umrah atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terdaftar di Kanwil Kemendag Provinsi Kaltim. Meski demikian, pihaknya pasrah apabila otoritas Arab Saudi melakukan penutupan akses masuk ke negaranya. Tentu berdampak pada rencana keberangkatan perjalanan umrah di Kaltim. 

“Kalau misalnya memang enggak boleh ya, apa boleh buat, kita tak mengirim jemaah ke sana (Arab Saudi),” imbuhnya. 

Oleh sebab itu, pihaknya saat ini masih dalam posisi menunggu kebijakan dari Kemenag, terkait persoalan pelarangan sementara oleh Pemerintah Arab Saudi itu. Namun demikian, jika kondisinya demikian, ia akan segera mengeluarkan surat edaran kepada PPIU di Kaltim untuk menahan dulu rencana keberangkatan, atau menjadwalkan ulang. Hingga menunggu otoritas pemerintah Arab Saudi membuka kembali akses untuk umroh. 

Ia menjelaskan, para jemaah ini sebelum berangkat sudah dibekali pencegahan wabah virus tersebut. Termasuk vaksin. Seperti halnya saat pelaksanaan Ibadah Haji. 

Kementerian kesehatan melalui Dinas Kesehatan, memeriksa kesehatan kondisi calon jemaah sebelum berangkat melaksanakan ibadah. Tak hanya saat wabah virus corona (Covid-19) kali ini, sebelumnya penyakit menular yang menyerang dunia pada 2012 virus MERS dan flu burung (H5N1) pada 2007 silam. 

“Sebelum berangkat saat itu diberikan vaksin demi menangkal virus yang menyebar. Hal yang sama bisa dilakukan bila vaksin tersedia. Bisa jadi. Tapi sejauh ini belum ada, mudahan saja tak ada yang terinfeksi,” pungkasnya. (bb)

Comments

BERITA TERBARU

To Top