METROPOLIS

Cegah Pernikahan Dini di Kaltim, Banggakencana Fokus Sasar Remaja

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat berbicara di Rakerda Program Banggakencana garapan BKKBN Kaltim 2020, di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu (26/2/2020). (Humas Pemprov Kaltim)

SAMARINDA, Kate.id – Pemerintah akan kembali menggalakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang kini berganti istilah menjadi ‘Banggakencana’ di tanah air, termasuk di Kalimantan Timur (Kaltim). Untuk membentuk keluarga yang berkualitas, dimulai dari pencegahan pernikahan usia dini.

Kendati demikian, program tersebut di Kaltim diklaim sudah cukup berhasil. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, salah satu indikator mengukurnya dari hasil survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI).

“Bahwa pernikahan usia dini mengalami penurunan dari tahun ke tahun, termasuk partisipasi yang lain,” katanya, saat membuka Rapat Kerja Daerah Program Banggakencana garapan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim, di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu (26/2/2020).

Meski demikian, Hadi mengangap angka tersebut akan terus berubah. Sebab Kaltim 70 persen atau mayoritasnya merupakan usia produktif sekaligus usia pernikahan. Oleh sebab itu, ia pun mengharapkan dan mengimbau agar jangan terjadi pernikahan dini di masyarakat.

“Kami mengingatkan jangan sampai ada pernikahan dini malah berdampak pada perceraian, bahkan rumah tangga terlantar,” tegasnya.

Sebab, lanjut Hadi, dampak tersebut dipengaruhi karena faktor belum siapnya mental untuk membangun rumah tangga. Padahal dalam membangun rumah tangga, semestinya diperlukan perencanaan yang matang.

“Karena idealnya perkawinan usia dewasa bagi perempuan minimal 19 tahun, namun BKKBN mengkampanyekan minimal usia 25 tahun untuk laki-laki,” jelasnya.

Hadi mengatakan, terpenting dalam program yang akan dijalankan pemerintah tersebut, hasilnya untum menciptakan kualitas kesehatan keluarga, juga membangun sarana pendidikan bagi anak.

“Saya tidak mempermasalahkan program dua anak cukup. Tetapi, perhatian kita adalah bagaimana membangun keluarga maupun anak yang sehat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, BKKBN diminta untuk terus menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai perangkat daerah dan lintas sektor. Sehingga dapat mendukung program tersebut. “Yang jelas Pemprov Kaltim siap mendukung program BKKBN dalam mewujudkan masyarakat sejahtera,” jelasnya. 

Sementara terkait dukungan Pemprov Kaltim terhadap program Banggakencana, kata dia, bakal didukung sepenuhnya meskipun BKKBN merupakan instansi vertikal, namun ada hal-hal yang perlu terintegrasi dengan dinas dan instansi yang ada.

Rakerda diikuti 175 peserta dari kabupaten dan kota serta instansi terkait di lingkup Pemprov Kaltim. Hadir Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, Ketua TP PKK Kaltim Norbaiti Isran Noor dan Kepala Biro Keuangan dan Pengelolaan Barang Milik Negara BKKBN Achmad Taufik.

Jika Wajib Belajar Dikurangi, Bakal Pengaruhi Pernikahan Dini

Para narasumber dan peserta rakerda Banggakencana. (Humas Pemprov Kaltim)

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi juga mengingatkan adanya keinginan pemerintah untuk memangkas atau mengurangi jumlah wajib belajar anak sekolah. 

Sebelumnya diketahui wajib belajar untuk SD sampai enam tahun, namun diusulkan hanya lima tahun saja. Kemudian SMP dan SMA sederajat yang tiga tahun, masing-masing diusulkan menjadi dua tahun masa pembelajaran.

Kebijakan tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan pernikahan dini. Sebab, ditengah masyarakat awam idealnya menikah setelah lulus wajib belajar. Atau lulus SLTA/Sederajat. Namun dengan rencana pengurangan wajib belajar, anak lulus SLTA bakal belum masuk kategori dewasa. Sehingga tak sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan atau Pernikahan, yaitu paling rendah 19 tahun.

“Artinyakan, ideal menikah setelah lulus SMA. Tetapi, jika aturan wajib belajar dikurangi, maka dikhawatirkan usia anak tersebut belum mencukupi. Yaitu lebih cepat tiga tahun dari Undang-Undang Pernikahan,” jelasnya.

Hal inilah yang menjadi tantangan bagi pemerintah. Bagaimana rencana kebijakan tersebut dapat selaras dalam upaya mencegah terjadinya pernikahan usia dini. “Dampak dari itu semua, tentu harus dipikirkan, mulai kualitas pendidikan anak hingga kesehatan anak,” tukasnya.

Program Banggakencana Bakal Sasar Remaja

Penandatanganan kerjasama antara BKKBN Perwakilan Kaltim dengan Pemprov Kaltim. (Humas pemprov Kaltim)

Ahmad Taufik Kepala Biro Keuangan dan Pengolahan Barang Milik Negara BKKBN RI menambahklan, melalui program Banggakencana tersebut, pihaknya akan fokus menyasar pada remaja. Sebab, kata dia, jika sejak dari usia remaja pemahaman terkait menyiapkan kehidupan berkeluarga diberikan, dapat terbentuk menjadi keluarga berkualitas.

“Jangan sampai seperti sekarang masih banyak terjadi usia pernikahan dini, menyebabkan banyak anak putus sekolah, hal itu karena pengaruh ekonomi, teknologi, budaya yang berdampak pada penyiapan kualitas generasi akan datang,” katanya.

Dari fokus tersebut, ia berharap ke depan jangka panjangnya akan terbentuk keluarga –keluarga yang berkualitas dari anak-anak sekarang , IPM nya meningkat, derajat kesehatan dan pendapatannya.

“Itulah perlu nya dilaksanakan Rapat Kerja Daerah untuk mensingkronkan dan  mengharmonisasi  kebijakan-kebijakan antara pemerintah  pusat dan daerah serta dengan lintas sektor kelembagaan di daerah,”ujar Ahmad Taufik.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusnaeni berharap program Banggakencana didukung pemangku kepentingan di semua dinas maupun instansi di kabupaten dan kota untuk memasukan wawasan kependudukan di setiap acara ataupun kegiatan.

Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pexmbangunan Keluarga (KKBPK) milik BKKBN RI, kini dikemas dalam istilah baru, Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau disingkat Banggakencana. 

Rakerda dirangkai pengukuhan Perkumpulan Juang Kencana Kaltim dan penandatanganan kerja sama BKKBN Kaltim dengan OPD Kependudukan Kabupaten/Kota tentang integritas penegakan tindak korupsi dan gratifikasi. (sb)

Comments

BERITA TERBARU

To Top