POLITIK

Sempat Memanas, Zulkifli Hasan Kembali Jadi Ketua Umum PAN

Zulkifli Hasan. (Foto: ANTARA/Didik Suhartono)

Kate.id – Zulkifli Hasan kembali terpilih sebagai Ketua UmumDewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN). Dia menggungguli pemungutan suara pemilihan ketua umum PAN periode 2020-2025 pada Kongres V PAN yang digelar di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/2/2020) malam.

Zulkifli Hasan mengantongi 332 suara, sedangkan calon ketua umum PAN lainnya yaitu Mulfachri Harahap mendapatkan 225 suara, dan Drajat Wibowo 6 suara. Poses pemilihan ketua umum DPP PAN periode 2020-2025 itu berjalan kondusif, meskipun sebelumnya terjadi kericuhan.

Sejatinya Asman Abnur turut menjadi calon ketua umum. Namun dia memilih untuk mundur dari pemilihan ketua umum dengan pertimbangan menjaga kekompakan dan mengarahkan dukungannya ke petahana, yakni Zulkifli Hasan.

Dalam proses pemilihan, setiap voters atau yang berhak menyalurkan suaranya yakni Ketua DPW dan DPD. Di mana saat pemilihan masing-masing DPW dan DPD dipanggil satu persatu dan diverikasi terlebih dahulu sebelum melakukan pemilihan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah (SC) Kongres V PAN Eddy Soeparno mengatakan proses pemilihan Ketua Umum PAN periode 2020-2025 dipercepat karena terjadi dinamika yang berujung bentrokan fisik.

“Tadi rapat sempat diskors karena tidak terlalu kondusif lalu kami memutuskan untuk membuka skors dan langsung mengubah tatib dengan mengajukan agenda pemilihan caketum yang tadinya agenda keenam menjadi agenda pertama,” kata Eddy dikutip dari Kantor Berita Antara.

Eddy menjelaskan, diperkirakan sebelum magrib proses pemilihan telah selesai. Sehingga Rabu (12/2/2020) hanya melakukan pembahasan-pembahasan di komisi-komisi tentang AD/ART, program-program kerja dan lain-lain.

Eddy juga mengatakan dari 590 pemilih dalam pemilihan Ketua Umum PAN tersebut, namun ada 22 DPD PAN yang memiliki sengketa kepengurusan sehingga diputuskan dibekukan kepesertaannya. Langkah itu menurut dia untuk menghindari proses pemilihan berkutat pada sengketa dan berujung pada tindakan hukum dalam bentuk gugatan, atau lain-lain di kemudian hari. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top