METROPOLIS

Kaltim Dorong Pemanfaatan Panel Surya, Bisa Hemat Listrik 30 Persen

Penandatanganan Perjanjian Sewa Fasilitas Panel Surya Fotovoltaik antara PT SUN dengan PT Ketenagalistrikan Kaltim di Sinar Mas Tower 2 Thamrin, Jakarta, Kamis (6/2/2020). (Foto: Samsul Arifin/Pemprov Kaltim)

Kate.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) akan mendorong pemanfaatan panel surya dalam pemenuhan kebutuhan listrik masa depan. Para pengguna listrik, nantinya akan berhemat hingga 30 persen, dibanding jika mereka hanya menggunakan aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dikutip dari siaran pers Pemprov Kaltim, untuk tahap awal setidaknya sudah terdata 29 gedung dari 40 kantor perangkat daerah (dinas/badan) yang disurvei di lingkungan Pemprov Kaltim yang akan segera dipasang sistem panel surya ini.

“Rencana ini perlu kita dukung, karena ini bersinergi dengan program nasional untuk penggunaan energi baru terbarukan. Kita sudah dengarkan paparan mereka dan  melihat langsung di lapangan bagaimana mereka bekerja,” kata H Nazrin selaku Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Kaltim usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Sewa Fasilitas Panel Surya Fotovoltaik antara PT Surya Utama Nuansa (SUN) dengan PT Ketenagalistrikan Kalimantan Timur (perusda) di Sinar Mas Tower 2 Thamrin, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Model kerja sama ini lanjut Nazrin, tidak akan membebani daerah dan perusda. Pasalnya, seluruh investasi pemasangan hingga perawatan panel surya dan seluruh kelengkapannya menjadi beban PT SUN. Mereka hanya akan menghitung beban sewa dari penggunaan panel surya tersebut.

Sementara itu Abdurahman Chered selaku Dirut PT Kenagalistrikan Kaltim mengatakan, kerja sama ini sangat mungkin diterapkan karena akan sangat menguntungkan bagi Kaltim. Menurutnya, sejak dahulu rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) selalu terkendala dana investasi. Termasuk sejumlah investor yang sebelumnya sudah mengaku tertarik untuk berinvestasi di bidang panel surya ini.

“Kerja sama ini sangat menguntungkan, karena mereka (PT SUN) yang akan membangun dan memelihara semua peralatan panel suryanya. Sementara kita hanya membayar sewa panel surya itu dengan hitungan menyesuaikan kwh (pemakaian listrik),” papar Abdurahman Chered.

Dalam sistem ini, jaringan listrik PLN akan tetap terpasang, sementara listrik dari panel surya akan mengurangi beban penggunaan listrik PLN. “Saat bayar PLN, itu nanti sudah termasuk sewa untuk PT SUN. Tapi hitungan mereka, kita bisa menghemat maksimal sampai 30 persen,” tambahnya.

Sedangkan Presiden Direktur PT SUN Roy Wijaya mengungkapkan  investasi ini lumayan besar mencapai USD 1 juta untuk 1 megawatt. “Kami sudah coba hitung untuk 29 gedung itu totalnya sekitar 1,5 mega. Dan kami sudah hitung juga, pembayarannya nanti di bawah rate PLN yang sekarang. Hemat maksimal sampai 30 persen,” sebut Roy Wijaya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top