KESEHATAN

Tangani Virus Corona, Tiongkok Gabungkan Pengobatan Timur dan Barat

Petugas kesehatan di Tiongkok sedang memeriksa warga terkait wabah virus corona. (foto: istimewa)

Kate.id – Para pakar medis di Tiongkok menggunakan gabungan dari metode pengobatan tradisional Tiongkok dan medis modern Barat untuk menangani pasien yang terjangkit virus corona. Hal ini diungkapkan Xiao Qian selaku Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia dalam acara jumpa pers yang digelar di kediaman resmi Duta Besar Tiongkok di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Xiao mengatakan, terdapat 632 penderita virus corona atau 2019-nCoV yang telah sembuh. Meski tidak menjelaskan secara detail terkait langkah-langkah penyembuhan serta obat-obatan yang digunakan dalam upaya penyembuhan para pasien tersebut, Xiao menjelaskan perpaduan dua cara tradisional dan modern menghasilkan progres yang baik.

“Menurut saya kalau detail tentang langkah-langkah pengobatan dan obat yang digunakan mungkin harus dijawab ahli-ahli negara kami. Tetapi, saya bisa konfirmasi bahwa sekarang ahli-ahli Tiongkok menggunakan baik cara medis tradisional Tiongkok dan cara medis western,” ungkap Xiao.

Kata dia, para ahli di Negeri Tirai Bambu itu tengah berupaya melakukan penelitian terkait vaksin dan obat yang dapat menjadi jawaban bagi virus corona yang merebak hingga ke luar Tiongkok. Belakangan, laboratorium nasional Tiongkok sudah mengisolasikan tiga strain virus dan akan membuat vaksin dari strain virus itu.

Institut terkait di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok juga telah menyaring beberapa obat yang dapat menghambat penyebaran wabah itu. Xiao pun berharap agar vaksin dan obat terkait dapat segera ditemukan. Dia menjelaskan bahwa para ahli juga tengah meneliti asal-usul virus yang pertama muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei itu.

“Berdasarkan penelitian pusat pengendalian penyakit Tiongkok, virus baru ini ada kemungkinan besar berasal dari binatang liar. Kemungkinan besar berasal dari kelelawar,” tuturnya. Meski demikian, dia menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan guna memastikan asal-usul virus tersebut. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top