METROPOLIS

Masyarakat Samarinda Diajak Sampaikan Aspirasi Lewat Saluran Resmi

Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah (kanan). (Foto: PPID Pemkot Samarinda)

SAMARINDA, Kate.id – Masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) diajak menyampaikan aspirasinya terkait pelayanan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui saluran resmi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda menyatakan, salah satu melalui pengaduan online itu berupa aplikasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR).

Sosialisasi aplikasi tersebut sebagaimana yang dilakukan Selasa (4/2/2020) siang di GOR Segiri Samarinda. Kegiatan ini masih dalam rangkaian kegiatan Pekan Raya Samarinda (PRS) Tahun 2020 yang melibatkan sejumlah mahasiswa dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Dalam kegiatan bertajuk kampanye reaktif SP4N-LAPOR ini, diharapkan mahasiswa yang menjadi audiens bisa menjadi agen dalam hal mengampanyekan SP4N-LAPOR sebagai aplikasi yang menjadi kanal resmi milik Pemerintah untuk menampung aspirasi warga.

“Ini pertama kali kami adakan dengan audiens khusus mahasiswa. Selama ini audiensinya masyarakat luas. Kami yakin bahwa mahasiswa sangat dipercaya masyarakat. Karenanya kami berharap supaya apa yang didapat disini bisa disampaikan ke masyarakat luas. Biar masyarakat bisa menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah melalui saluran yang tepat,” ujar Aji Syarif Hidayatullah selaku Kepala Diskominfo Samarinda.

Dia menjelaskan, SP4N-LAPOR ini merupakan pengganti kotak pos 5000 yang pernah berlaku dahulu di masa Presiden Soeharto. Kala itu ketika ada yang menyampaikan aspirasi atau pengaduan melalui Kotak Pos 5000, maka pasti sangat heboh dan itu wajib ditindaklanjuti.

“Begitu juga dengan SP4N-LAPOR sekarang, wajib kita tindak lanjuti semua laporan yang disampaikan,” terang pria yang karib disapa Dayat ini.

Karena menurutnya, aplikasi ini dimonitor langsung oleh Kementerian maupun Ombudsman. Sehingga semua pengaduan pasti ditindaklanjuti. Apalagi di aplikasi ini diwajibkan untuk menindaklanjuti laporan ini tidak lebih dari 5 hari..

Saluran aspirasi ini lanjut Dayat, tentu berbeda dengan media sosial. Diakuinya, saat ini banyak warga yang lebih sering menyampaikan aspirasi dan keluhannya melalui medsos. Padahal di medsos itu tidak mungkin ditindaklanjuti dengan solusi konkret.

“Karenanya mulai sekarang, sampaikan aspirasinya melalui SP4N-LAPOR agar langsung bisa ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Misalkan ada dugaan pungutan liar, bisa saja diadukan. Pasti langsung ditindaklanjuti,” ungkap Dayat.

Sementara itu Firdan Fahrizal selaku staf Humas Unmul yang menjadi narasumber mengatakan, mahasiswa juga bisa menggunakan aplikasi ini jika mau menyampaikan aspirasi atau menanyakan informasi terkait beasiswa. Atau bila malu mengadu, bisa disampaikan melalui SP4N-LAPOR ini.

“Nanti setelah diverifikasi Kementerian akan direkomendasikan ke kami di Unmul. Pasti akan kami tindak lanjuti,” tutur Firdan. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top