ADVERTORIAL

Evaluasi BUMD, Anggota Komisi II DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi Usulkan Bentuk Pansus

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi

 SAMARINDA, Kate.id – Evaluasi terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim terus dilakukan. Tak hanya Pemprov Kaltim, DPRD Kaltim melalui Komisi II pun terus memanggil seluruh BUMD dan anak perusahaan dalam proses evaluasi. 

Namun, menurut Anggota Komisi II DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi, evaluasi akan lebih maksimal jika lembaga DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus). Ia pun mengusulkan melalui pimpinan Komisi II untuk segera menggulirkan hak tersebut.

Ia menuturkan, selama ini pihaknya sudah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan beberapa perusahaan daerah di Kaltim. Ditemukan beberapa masalah yang ada dalam manajemen BUMD itu.

“Terutama soal pembukuan keuangan, transparansi dan manajemen di Perusda itu sendiri. Juga beberapa miss komunikasi,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Oleh karena itu, dia menilai pembentukan Pansus harus segera direalisasikan. Dari 8 BUMD yang ada, ia menilai hanya beberapa yang menyumbang menjadi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim. Seperti, Bank Kaltimtara. Meskipun kontribusinya masih terbilang rata-rata. “Waktu dekat, kami akan memanggil anak perusahaan di bawah naungan Perusda,” katanya.

Lebih lanjut, hingga saat ini terdapat satu Perusda yang menjadi fokus sorotan. Dimana, pihaknya telah melakukan RDP dengan anak perusahaan Perusda Melat Bhakti Satya (MBS), yakni PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT). Dari pertemuan itu, ditemukan beberapa kejanggalan.

“Ternyata KKT saat ini sudah menyumbangkan hampir Rp70 miliar. Tapi apa yang dilaporkan, tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan manajemen. Makanya kita akan memanggil keseluruhan dari anak-anak dari ke 8 Perusahaan perusda ini. Bagaimana sih tingkat kontribusinya, kerjasamanya kepada induknya atau holding-nya. Anak perusahaan Perusda MBS yakni PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT),” bebernya.

Lebih lanjut, reza menernagkan bahwa ternyata PT KKT saat ini sudah menyumbang PAD hampir Rp 70 miliar. Namun, yang dilaporkan tidak sesuai. “Makanya kami akan memanggil anak-anak perusahaan dari kedelapan Perusda Kaltim, untuk menanyakan kontribusi atau kerjasama kepada induknya selama ini,” tandasnya. 

Dengan pertimbangan itu, ia mengusulkan membentuk pansus perusda. Sebab akan lebih terarah dalam menyusun rekomendasi evaluasi dan investigasi kepada pemerintah. (Sb) 

Comments

BERITA TERBARU

To Top