POLITIK

Beri Bantuan ke Korban Banjir, Wapres: Yang Penting Semua Sehat

Ma'ruf Amin. (Foto: Humas KLHK)

Kate.id – Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin, mengunjungi serta memberikan bantuan kepada korban banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (30/1). Wapres Ma’ruf Amin memberikan semangat kepada para pengungsi di Aula Jenderal Sudirman Dodiklatpur Rindam III Lebak. Kepada ratusan pangungsi Wapres mengatakan untuk bersabar dan tetap semangat.

“Harap bersabar dulu, yang penting semua sehat”, ucap Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut, Wapres menegaskan bahwa Pemerintah tengah mencari solusi terbaik bagi masyarakat terdampak. Selanjutnya, rombongan menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Lebak guna melakukan aksi penanaman pohon. Bibit pohon yang ditanam adalah bibit Jambu Jamaika (Syzygium malaccense).

Alasan pemilihan jenis pohon ini karena tanaman yang memiliki rasa buah yang unik, dan warna yang menarik ini sudah relatif jarang ditemui. Selain dimanfaatkan buahnya, pohon Jambu Jamaika ini kulit dan batangnya dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan sebagai bahan bangunan.

Penanaman pohon Jambu Jamaika ini juga menambah koleksi tanaman buah Kantor Bupati Lebak. Selain itu, Wapres berharap Kabupaten Lebak segera dapat kembali produktif pasca bencana alam yang menimpa warganya.

Pada kunjungan kerja kali ini, Wapres didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, serta Kepala BNPB Doni Munardo.

KLHK akan melakukan langkah-langkah terukur untuk mengatasi banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), juga Kabupaten Lebak. Sejumlah langkah tersebut diantaranya dengan meningkatkan program rehabilitasi hutan di hulu daerah aliran sungai (DAS), melakukan langkah penegakan hukum, penyiapan bibit pohon di persemaian permanen dan kebun bibit desa (KBD), serta membuat bangunan Konservasi Tanah dan Air (KTA), seperti dam penahan, dam pengendali, maupun gully plug di daerah hulu.

Dijelaskan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya bahwa ada sekitar 5.000 pengungsi dari 30 Desa yang terdampak banjir Dan longsor yang terjadi awal Januari lalu. Pemerintah Lebak menetapkan masa transisi 4 bulan bagi korban yang sudah tidak mungkin kembali ke rumahnya dan menyiapkan rumah hunian tetap untuk mereka.

“Selama di pengungsian anak-anak tidak putus sekolah, mereka tetap bersekolah,” tegas Iti Octavia. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top