ADVERTORIAL

Sambut IKN, Dewan Agendakan Revisi Perda RTRW Kaltim

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Seno Aji.

SAMARINDA, Kate.id – Ditetapkannya Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) tentu akan mengubah tata ruang wilayah provinsi Kaltim. Diketahui wilayah IKN berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan sebagiannya lagi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Seno Aji menyatakan, pihaknya bakal mengusulkan DPRD Kaltim untuk mengagendakan secepatnya proses revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)-perubahan Kaltim tahun 2016. Hal tersebut dilakukan menyusul adanya sejumlah proyek strategis, termasuk IKN.

Menurut wakil rakyat dari Fraksi Gerindra ini, agenda tersebut sangat penting. Karena ada perubahan konsep tata ruang pembangunan yang akan disesuaikan dengan RTRW yang baru nanti. 

Tak hanya soal tata ruang IKN, kata Seno, termasuk adanya kemungkinan perubahan status di Hutan Lindung bakau dari rencana pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang. Pemerintah pusat diketahui bakal melanjutkan pembangunan jalan tol hingga ke Bontang.

Rencana pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang salah satu mega proyek yang diusulkan Pemprov Kaltim masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).  Dimulai dari titik tol Balsam seksi IV di Palaran. Sebagai lanjutan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 94 kilometer. Total investasi pembangunan tol tersebut diperkirakan mencapai Rp 11 triliun. Hanya saja dalam pradesain awal disebut ada sekira 17 kilometer yang akan melewati hutan lindung mangrove Bontang Utara. Tepatnya di sekitar Kecamatan Marangkayu.

“Hutan lindung yang ada di sekitar jalan tol akan dibahas di RTRW oleh Kementerian Kehutanan terkait dengan IKN,” ujarnya. 

Seno menjelaskan, dari dua rencana tersebut baru wilayah yang masuk dalam ruas jalam tol yang sudah mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sedangkan IKN, masih menunggu aturan UU di atasnya yang masih disusun oleh pemerintah pusat dan DPR RI.

“Selanjutnya nanti kami akan revisi atau buatkan RTRW yang baru,” imbuhnya.

Seno menyatakan, revisi RTRW memungkinkan untuk dilakukan sinkronisasi atas perkembangan rencana pembangunan di Kaltim. Karena, ada banyak yang belum masuk dalam Perda RTRW saat ini.

Kendati demikian, sambil proses mengagendakan revisi RTRW, dia mengaku masih melihat perkembangan proyek ke depan. Khususnya terkait rencana jalan tol Samarinda-Bontang yang akan melintasi Hutan Lindung. 

“Pasti Pemprov akan berkoordinasi dengan kementerian terkait soal itu semua. Kami masih menunggu dari mereka. Pasti nanti akan ada usulan untuk merubahnya. Daerah yang dilewati kan masih belum jelas,” pungkasnya. (tm)

Comments

BERITA TERBARU

To Top