HUKUM & KRIMINAL

Ketua KPU Banjarmasin Jadi Tersangka Kasus Pencabulan

ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Kate.id – Muka lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali tercoreng. Kali ini Ketua KPU Banjarmasin berinisial GM, ditetapkan Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Banjarbaru sebagai tersangka dugaan kasus pencabulan.

“Penetapan tersangka dilakukan penyidik usai gelar perkara di samping rangkaian penyelidikan yang panjang setelah menerima laporan dari orang tua korban pada 25 Desember 2019,” ujar AKP Siti Rohayati selaku Kasubbag Humas Polres Banjarbaru, Senin (27/1/2020) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dikatakan, penyidik juga sudah melakukan pemanggilan yang kedua terhadap pucuk pimpinan KPU Banjarmasin itu dengan statusnya sebagai tersangka atas dugaan pencabulan anak di bawah umur. Bukti-bukti yang dikumpulkan penyidik sudah terpenuhi sehingga dilakukan pemanggilan kedua terhadap yang bersangkutan.

“Namun statusnya kali bukan saksi seperti pemanggilan pertama, tetapi tersangka,” jelasnya.

Siti berharap oknum penyelenggara pemilu Banjarmasin itu bersikap kooperatif. Sehingga proses hukum bisa berjalan dengan lancar dan cepat tanpa ada hambatan yang berarti.

“Surat pemanggilan kedua kembali sudah layangkan dan kami berharap yang bersangkutan kooperatif. Jika tidak, sesuai prosedur maka akan dilakukan upaya pemanggilan secara paksa,” ungkapnya.

Dalam kasus tersebut, GM dijerat dengan pasal 82 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Peristiwa pencabulan itu sendiri terjadi pada 25 Desember 2019 sekira pukul 12.00 Wita di dalam lobi toilet Hotel Grand Dafam, Q Mall Banjarbaru. Korban yang merupakan lelaki berusia di bawah umur sedang melaksanakan tugas magang. Di saat itu juga sedang berlangsung acara Rapat Koordinasi (Rakor) lembaga keagaaman di hotel.

Korban pergi ke toilet dan ada seseorang mengajak kenalan dan langsung memegang kemaluan dan mencium korban. Korban tidak sempat berbuat apa-apa sementara pelaku langsung beranjak pergi atas kejadian. Tak terima, aksi tak terpuji itu lantas dilaporkan orang tua korban ke Polres Banjarbaru keesokan harinya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top