ADVERTORIAL

Selamatkan Pesut, Komisi III DPRD Kaltim: Perlu Regulasi Kawasan Konservasi

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin

SAMARINDA, Kate.id – Populasi Pesut Mahakam yang diperkirakan tinggal 80 ekor mendapat tanggapan dari Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syafruddin. Menurutnya memang belum ada regulasi di daerah yang mendukung pelestarian mamalia jenis lumba-lumba tersebut. Meskipun satwa ini masuk dalam kategori hewan yang dilindungi oleh undang-undang.

Udin, sapaan akrabnya, menegaskan pemerintah harus bertanggung jawab melestarikan keberadaan pesut mahakam. Di berpendapat langkah tegas pemerintah daerah belum berkontribusi nyata menjaganya. “Belum maksimal dan kurang upaya pemerintah untuk menjaga ekosistem kita,” tegasnya. 

Diketahui, kampanye menjaga kelestarian pesut mahakam terus digaungkan. Utamanya oleh beberapa aktivis lingkungan.  Mereka menganggap perlunya pemerintah membuat regulasi untuk mempertahankan kawasan konservasi yang masih lestari seperti di Teluk Balikpapan. Sebab pesut dikabarkan cenderung telah ke daerah pinggiran Sungai Mahakam bahkan hingga ke Teluk Balikpapan.

Karena habitat aslinya sungai Mahakam sudah tercemar limbah dan hilir mudiknya lalu lintas aktivitas tongkang batu bara. Sehingga menyebabkan, wilayah keberadaan pesut terpinggirkan. 

Menurut dia, apa yang terjadi di sungai mahakam memang cukup dilematis. Di sisi lain, daerah membutuhkan pendapatan ekonomi daerah dari hadirnya aktivitas hilir mudik tongkang batu bara yang dianggap telah mengganggu keberadaan pesut. 

Namun demikian dia menilai persoalan ini masih bisa diatasi. Yaitu dengan cara mengatur kawasan- kawasan konservasi di wilayah yang diperkirakan tempat habitat pesut. 

“Kami akan mendorong agar dibuatkan perda kawasan konservasi untuk mengatur sanksi dan hukum yang jelas kepada orang-orang yang merusak ekosistem pesut yang sekarang mulai hilang dan hampir punah,” kata politikus PKB ini. 

Udin mendesak pemerintah harus meningkatkan kampanye perlindungan pesut. Yang sejauh ini malah lebih aktif digaungkan oleh para aktivis dan lembaga pecinta lingkungan. 

“Pemerintah harus meningkatkan kampanye agar menjaga ekosistem kita terutama pesut yang menjadi ikon Kaltim. Memang harus melibatkan semua pihak untuk menjaga ini semua. Sebelum semuanya punah,” pungkasnya. (hd)

Comments

BERITA TERBARU

To Top