HUKUM & KRIMINAL

Dijanjikan Imbalan Rp 100 Juta, Kurir Narkoba 10 Kg Diciduk Polisi

BALIKPAPAN, Kate.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) berhasil mengamankan seorang kurir narkoba AD (47) di dekat Terminal Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim. Dari tangan AD, polisi menemukan barang bukti 10 kg sabu-sabu.

“Kami tangkap pada Jumat 17 Januari, sekira pukul 18.00,” kata Kepala Polda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Muktiono di Balikpapan, Senin, (20/1/2020).

Saat ditangkap, Ad sedang naik skuter matic dan membawa koper warna cokelat tua yang ditaruh di bagian depan. Polisi menghalangi jalannya dan dia pun tidak berkutik. “Kami amankan tanpa perlawanan,” lanjut Kapolda Muktiono.

Di dalam koper didapati lima bungkus plastik besar bubuk berwarna putih. Setiap bungkus beratnya 2 kg. Dalam keterangannya, AD mengaku menerima barang itu dari seseorang di Terminal Sungai Kunjang, yang datang menggunakan mobil. Setelah barang berpindah tangan, si kurir dengan mobil segera menghilang.

Dari keterangan tersangka, rencannaya BB tersebut akan diedarkan di Samarinda, Balikpapan, hingga dibawa ke Sulawesi Selatan. “Asalnya dari Tawau, Sabah, Malaysia. Karena in jaringan Malaysia- Kalimantan- Sulawesi Selatan,” kata Kapolda.

Jaringan ini membawa BB dari Tawau menyeberang masuk Indonesia ke daratan Kalimantan dengan kapal atau perahu. Setelah itu dilanjutkan dengan moda transportasi darat hingga sampai Samarinda hingga Balikpapan. Setelah itu baru menyeberang ke Sulawesi. “Syukurlah kita bisa cegah di sini,” kata Direktur Reserse Narkoba Komisaris Besar Polisi Ahmad Shaury.

Sebelumnya, ungkap Kombes Shaury, selama dua minggu polisi mengintai AD. “Kami akan terus kembangkan kasusnya,” lanjut Shaury.

AD mengaku baru pertama kali ini menjadi kurir narkoba. Ia dijanjikan upah Rp100 juta seandainya barang itu bisa sampai ke tujuan. Dari tangannya, diamankan BB 10 bungkus narkotika jenis sabu seberat 10.009 gram, 1 Buah Handphone, 1 Unit sepeda motor, 1 buah tas koper warna hitam, dan 1 buah plastik kresek warna hitam.

“Dengan digagalkannya peredaran narkotika tersebut, maka telah menyelamatkan orang yang akan menggunakan narkotika sebanyak 50.045 orang dengan asumsi tiap orang menggunakan 0,2 gram” ujar Kapolda.

“Saya akan tindak tegas baik pengguna maupun perantaranya, baik di luar ataupun di dalam instansi Polri” tambahnya.

Atas perbuatan tersebut,tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana mati. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top