ADVERTORIAL

Monitoring Kerjasama BUMD, Komisi II DPRD Kaltim Sidak ke Pelabuhan KKT

Komisi II DPRD Kaltim saat melakukan sidak ke pelabuhan industri PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT)

SAMARINDA, Kate.id – Komisi II DPRD Kaltim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pelabuhan PT. Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan, Kamis (17/1/2020).

Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim Baharuddin Demmu, dan sejumlah anggota lainnya, Bagus Susetyo, Safuad, Akhmad Reza Fachlevi, Puji Hartadi, Sutomo Jabir, Ali Hamdi, Siti Rizky Amelia dan Ismail, serta Nidya Listiyono. Mereka diterima oleh Direktur Keuangan PT KKT, Suherman dan jajaran direksi lainnya.

PT. KKT diketahui melakukan kerjasama join bisnis dengan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim, yakni, Perusda Melati Bhakti Setya (MBS). 

Bahar menjelaskan, tujuan sidak ini untuk mengetahui informasi kerjasama tersebut. Termasuk melihat pengoperasian usaha dari kerjasama itu di pelabuhan PT KKT. 

“Kita ingin minta kepada PT KKT untuk memberikan data dan informasi tentang seluruh aset yang dimiliki serta melihat serta meninjau langsung perkembangan usahanya,” jelas Bahar. 

Menurut Politikus PAN ini, dilakukan dalam rangka bagian dari pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja seluruh BUMD yang tengah dilakukan oleh Komisi II. Melihat persoalan dan mencarikan solusi supaya setiap BUMD dalam melaksanakan bisnisnya dapat berkontribusi maksimal kepada pendapatan daerah. 

“MBS ini kan lenyertakan modalnya kecil tetapi asetnya besar. Total aset Rp 1,2 triliun dan penyertaan modalnya Rp 5 miliar. Nah, sehingga salah satu anak perusahaan PT KKT ini kita tinjau langsung. Karena yang menjadi pertanyaan banyak teman-teman di komisi II itu kontribusi MBS ke PAD itu hany Rp 3 – Rp4 miliar, sementara aset yang diserahkan Pemprov Kaltim sebagai penyertaan modal ke MBS itu Rp 1,2 triliun,” terangnya. 

Bahar menerangkan, pihaknya ingin mengetahui kondisi sehat atau tidaknya dari kerjasama tersebut. “Sampai hari ini jujur saja kami belum melihat seberapa besar kontribusi KKT kepada MBS, jangan sampai dari beberapa anak perusahaan yang dimiliki MBS hanya KKT yang sehat sedangkan yang lain perlu di suntik mati,” tegasnya.

Pada saat kunjungan ini, Komisi II sedikit dibuat kecewa. Sebab, tidak dihadiri direktur utama sebagai pucuk pimpinan yang dapat mengambil keputusan langsung terutama berkaitan dengan permintaan seluruh data aset.

Komisi II telah mengundang direksi manajemen PT KKT untuk menghadiri rapat kerja pada Senin (20/1/2020) mendatang. Dengan membawa data seluruh aset sekaligus memaparkan perkembangan capaian kinerja mulai berdiri hingga sekarang. 

“Yang mau digali itu, apakah ada kendala PT KKT dalam melakukan perkembangan bisnis sehingga dinilai perlu bagi DPRD untuk mengambil peran,” tandasnya. (sb)

Comments

BERITA TERBARU

To Top