ADVERTORIAL

Pembayaran Denda Jembatan Mahakam ke Kontraktor, Komisi III DPRD Kaltim Geram

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Seno Aji

SAMARINDA, Kate.id – Komisi III DPRD Kaltim menyayangkan pembayaran denda terhadap sejumlah perushaaan sebagai tersangka penabrak Jembatan Mahakam. Pasalnya, biaya denda tersebut tidak dibayarkan ke negara atau pemerintah, namun ke kontraktor.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Seno AJi mengaku geram. Ia menyesalkan denda pembayaran justru diserahkan kepada kontraktor. Menurut dia, pembayaran ganti rugi seharusnya menjadi hak negara. Yang kemudian diberikan kepada Balai Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Nasional (BPJ2N) Kementerian PUPR.  

“Yang jelas dibayarnya ke negara dulu. Kemudian dana tersebut dikembalikan ke BPJ2N sebagai anggaran rutin untuk pemeliharaan, seharusnya begitu,” ujarnya kepada wartawan, di DPRD Kaltim, belum lama ini.

Pengenaan denda terusebut diketahui akibat dari sejumlah perusahaan yang kerap kali menabrak jembatan Mahakam, yang menghubungkan pusat kota dan seberang Kota Tepian itu. Dana tersebut, sesuai aturan bakal dilakukan untuk alokasi anggaran pemeliharaan dari jembatan tersebut.

Seno menegaskan, Komisi III telah membawa persoalan ini saat kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) di Jakarta.

Menurutnya, dari laporan yang diterima Komisi III bahwa diketahui beberapa perusahaan penabrak belum melakukan pembayaran. “Dan ternyata pembayaran itu belum semua perusahaan,” sebutnya.

Tak hanya itu, Politisi Gerindra ini juga menyayangkan, pihak dari BPJ2N tidak terbuka soal pembayaran ini. Komisi III, pun diakuinya merasa kesulitan dalam mendalami persoalan tersebut. “Karena pihak BPJ2N wilayah Kaltim tidak berlaku koperatif dalam penyelesaian kasus bahkan sulit untuk dihubungi,” sesalnya.

Padahal, kata dia, diperlukan kerjasama antara BPJ2N dan Kasubdit Teknik Rekonstruksi Direktorat Preservasi Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, dan otoritas di Kaltim guna menindaklanjuti kasus tersebut. (sb)

Comments

BERITA TERBARU

To Top