ADVERTORIAL

Warga Kaubun Kutai Timur Keluhkan Soal Jalan, Begini Tanggapan Anggota DPRD Kaltim Rizky Amalia

Anggota DPRD Kaltim Siti Rizky Amalia

SAMARINDA, Kate.id – Aksi warga di Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timir mengeluhkan soal jalan rusak viral disosial media. Warga menanam pohon pisang di tengah jalan, yang kondisinya rusak berat. Aksi ini bisa dipahami sebagai bentuk protes masyarakat. 

Hal ini pun mendapat respon dari Anggota DPRD Kaltim dapil Bontang Kutim Berau, Siti Rizky Amalia. Ia mengaku akan segera mencari tau informasi tersebut secepatnya. 

“Saya cari tahu dulu informasi lengkapnya soal masyarakat Kaubun itu. Kondisi riilnya bagaimana?,” katanya, yang juga anak dari Bupati Kutai Timur, Ismunandar ini. 

Ia mengatakan, tujuannya mencari tau itu untuk memperjelas duduk persoalannya. Agar bisa dicarikan solusi untuk memperbaiki jalan yang dimaksud. 

Hal ini sejalan dengan kehadirannya di parlemen, dimana untuk memperjuangkan anggaran pembangunan masyarakat di daerah pemilihannya, yakni Bontang, Kutai Timur, Berau. Termasuk masalah yang dialami oleh warga Kaubun di Kutai Timur, menjadi catatannya untuk diperjuangkan.

“Saya mengupayakan anggaran perbaikan seluruh dermaga, karena itu juga membantu disektor pariwisata. Dan yang kedua infrastruktur. Jadi kita akan fokus ke jalan-jalan desa dan kecamatan,” sebut Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini. 

Dari informasi yang dihimpun, jalan yang dikeluhkan itu merupakan pengerjaan proyek multi years contract (MYC) atau tahun jamak, pada awal tahun 2019 lalu. Meski pemerintah kabupaten sudah melakukan perbaikan, di pertengahan tahun, proyek tersebut diketahui mandeg, dan belum berlanjut.

Menurut dia, di tahun 2020 akan memperjuangkan beberapa fokus anggaran termasuk akses jalan di dapilnya tersebut. Bahkan dia juga berencana dalam waktu dekat, akan turun langsung ke daerah tersebut.

Saat ditanya apakah akses jalan di Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun bisa masuk skala prioritas perjuangannya, Politikus PPP ini mengatakan bisa saja masalah jalan tersebut jadi skala prioritasnya. “Ya bisa jadi kenapa tidak,” tegasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top