HUKUM & KRIMINAL

Napi di Palangka Raya Tipu Puluhan Orang dari Balik Penjara

ilustrasi penipu.

Kate.id – Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Palangka Raya Kalimantan Tengah (Kalteng) berinisial EP (26) diduga menipu sekira 70 orang di sejumlah daerah di Indonesia dan luar negeri. Dalam melakukan aksinya, EP menggunakan akun media sosial seorang anggota TNI yang bertugas di Medan, Sumatra Utara (Sumut), yang berhasil diretasnya dari dalam penjara bermodal sebuah telepon seluler.

“Dia kami tangkap atas laporan dua perempuan yang berdomisili di Kota Palangka Raya. Hasil penyelidikan, ternyata pelaku adalah narapidana Lapas Kelas IIA Palangka Raya,” kata Kombes Dwi Tunggal Jaladri selaku Kapolresta Kombes Dwi Tunggal Jaladri di Palangka Raya, Senin (13/1/2020) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Narapidana kasus pembunuhan dan penipuan yang dihukum 17 tahun penjara itu mengaku, pertengahan 2019 dia meretas akun media sosial facebook milik salah satu anggota TNI AD yang bertugas Medan. Pelaku kemudian mengunduh seluruh foto dan video yang berisikan kegiatan sehari-hari anggota TNI AD tersebut.

Semua foto dan video langsung di-share ke akun instagram yang dibuat pelaku dengan nama samaran ‘BARGEMESTRI’. Dengan menggunakan akun yang mengatasnamakan anggota TNI AD tersebut, pelaku dengan leluasa melancarkan aksinya melalui telepon selular yang digunakannya dari dalam penjara.

Kejadian ini memang aneh karena seharusnya narapidana tidak boleh menggunakan alat komunikasi seperti telepon selular di dalam penjara. Namun faktanya EP dengan leluasa menggunakan telepon pintar tersebut, bahkan diduga digunakan untuk menipu.

Modus operandinya usai memikat para korbannya yang kebanyakan perempuan, meminta uang dengan cara ditransfer ke nomor rekening pelaku. Dengan bujuk rayu, EP mengaku akan menikahi korbannya, namun dia sedang membutuhkan uang agar dirinya bisa pindah dari tempat tugasnya yang lama ke daerah di mana para korbannya tinggal.

“Atas iming-iming itu para korbannya langsung mengirimkan uang kepada yang bersangkutan, hingga kalau ditotal dari pertengahan 2019 sampai Januari 2020, korban berjumlah sekitar 70 orang lebih dan total uang hasil penipuan itu berjumlah sekitar Rp 500 juta lebih,” kata Jaladri.

Dari perbuatan pelaku juga, anggota TNI AD yang namanya dicatut oleh pelaku, juga sempat menjalani pemeriksaan oleh kesatuan tempat dia bertugas di Medan Sumatera Utara. Hal itu lantaran banyak pengaduan sejumlah orang yang mengaku menjadi korban penipuan akun media sosial yang mengatasnamakan anggota TNI tersebut. Tidak hanya itu, anggota TNI itu juga terpaksa harus menganti rugi terhadap sejumlah orang yang merasa dirugikan oleh perbuatan pelaku yang mengatasnamakan dirinya.

Jaladri menegaskan, uang hasil penipuan yang dicairkan pelaku melalui sembilan anjungan tabungan mandiri (ATM) milik rekan satu Lapas tersebut, dihabiskan untuk bermain judi online. Untuk menangkap pelaku, polisi berkoordinasi dengan pihak Lapas Klas II A Palangka Raya. Pelaku dibekuk anggota Reserse Mobil (Resmob) Polresta Palangka Raya karena diduga menipu puluhan warga Indonesia dan tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri.

“Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan juga positif memakai narkoba jenis sabu-sabu. Menurut pengakuan, dia menggunakan narkoba tersebut di dalam Lapas,” pungkas Jaladri. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top