HUKUM & KRIMINAL

Kejaksaan Agung Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kasus Jiwasraya

ilustrasi (Foto: Antara)

Kate.id – Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi perseroan terbatas itu. Keduanya secara berturut-turut keluar dari Kantor Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, dengan menggunakan baju tahanan.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, mereka dibawa dengan mobil yang berbeda. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari Harry maupun Heru. Selain keduanya, Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya.

Tjokrosaputro keluar dari Kantor Jampidsus Kejaksaan Agung dengan menggunakan baju tahanan, pada Selasa. Ia pun dijemput kendaraan Satgasus Kejagung, dibawa ke Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk ditahan.

Penetapan status tersangka tersebut dibenarkan Muchtar Arifin, kuasa hukum Tjokrosaputro. Dalam hal ini, Muchtar menyebut pihaknya merasa penetapan kliennya sebagai tersangka tidak masuk akal. Mereka menganggap seharusnya pihak Jiwasraya yang bertanggung jawab atas kasus ini.

“Sekarang sudah tersangka. Tentu kami menginginkan agar hak-hak beliau bisa dipenuhi. Bagi saya itu aneh. Tidak mengerti apa alat buktinya. Tidak ada penjelasan dari penyidik. Tentu saja kecewa. Orang Jiwasraya yang harusnya bertanggung jawab. Direksinya dong,” ungkap Muchtar.

Sementara itu Kementerian BUMN menanggapi penetapan tersangka terhadap Benny Tjokrosaputro. Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap kinerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kita apresiasi saja, itu pekerjaan dari teman-teman BPK awalnya. Hasil dari BPK kemudian diambil alih oleh teman-teman di Kejaksaan. Kita hormati,” sebut Arya.

Arya mengatakan bahwa penetapan tersangka terhadap ketiga orang tersebut berarti semua proses terkait kasus Jiwasraya berjalan. Sedangkan Kementerian BUMN akan menyelesaikan bagian yang menjadi kewenangan kementerian yang dipimpin Erick Thohir tersebut.

Menurut Arya, yang pasti itulah proses yang mungkin dilakukan oleh BPK dan kejaksaan. Kementerian BUMN mendorong supaya prosesnya berjalan terus dengan baik.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diketahui telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi. Di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Dari jumlah itu, lima persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk. Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp 13,7 triliun. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top