INTERNASIONAL

Adiknya Hengkang dari Kerajaan, Pangeran William Angkat Bicara

Pangeran William dan Pangeran Harry. (Foto: PageSix)

Kate.id – Pangeran William akhirnya buka suara soal hengkangnya Pangeran Harry dan Meghan Markle dari keluarga kerajaan Inggris yang disebut “Megxit”. William berharap suatu hari nanti, seluruh anggota kerajaan bisa bersatu kembali.

“Saya merangkul adik saya sepanjang hidup kami dan saya tak akan bisa melakukan hal itu lagi. Saya sangat sedih,” katanya pada Sunday Times dikutip Page Six pada Sabtu (11/1/2020).

Pria bergelar Duke of Cambridge itu mengakui dia sedih atas keputusan Harry dan Meghan. William, 37, tampaknya pasrah untuk mencoba mendukung adiknya ketika dampak dari keinginan mereka untuk keluar dari keluarga terus berlanjut.

“Yang bisa kita lakukan, dan yang bisa saya lakukan adalah mencoba dan mendukung mereka dan berharap saatnya tiba ketika kita semua satu pemahaman. Saya ingin semua orang bermain di tim yang sama,” katanya.

William, tampak diam di tengah-tengah kontroversi, telah banyak terlibat dalam upaya untuk menenangkan Harry dan Markle dalam beberapa hari terakhir. Dia akan bergabung dengan saudara lelakinya, ayah dan neneknya, Ratu Elizabeth II, secara pribadi di Sandringham Estate di Norfolk, Inggris, Senin untuk menemukan titik temu. Markle berencana untuk menelepon dari Vancouver, Kanada, di mana dia dan Archie yang berusia delapan bulan tinggal.

DAMPAK BAGI KANADA

Warga Kanada bisa saja terbebani dengan kewajiban membayar pajak sampai jutaan dolar jika Pangeran Harry dan Meghan Markle pindah ke negara berjuluk “Great White North” itu. Seperti diketahui, Duke dan Duchess of Sussex memutuskan untuk menyingkir dari tugas-tugas kerajaan dan tinggal di luar negeri untuk sementara waktu, kabarnya mereka akan tinggal di Kanada.

Markle sempat tinggal di Toronto selama syuting serial “Suits” beberapa waktu lalu. Jika demikian, maka pemerintah Kanada wajib menanggung biaya keamanan keluarga tersebut karena statusnya yang merupakan anggota keluarga kerajaan, menurut pakar keamanan Mike Zimet, kepada Reuters.

Kanada adalah bagian dari negara persemakmuran Inggris. Tingkat keamanan akan ditentukan oleh penilaian ancaman, kata pakar lainnya. Sejumlah kekhawatiran jika mereka tak dilindungi sistem keamanan di antaranya adalah potensi diculiknya bayi Archie yang baru berusia delapan bulan.

“Situasi besar, terutama ketika menyangkut teroris. Menculik seorang anak, menahan mereka untuk tebusan, apa yang akan dilakukan orang tua?” kata Zimet.

Pasangan yang menghabiskan enam minggu terakhir berlibur di Vancouver dengan Archie, mengatakan mereka ingin bekerja untuk bisa mandiri secara finansial, tetapi mereka belum menyinggung apakah itu termasuk membayar biaya keamanan mereka. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top