INTERNASIONAL

Iran Akui Tidak Sengaja Menembak Jatuh Pesawat Ukraina

Petugas tengah menyelidiki puing-puing pesawat Ukrainian Airlines yang jatuh di Iran. (Foto: Wana News Agency/Reuters)

Kate.id – Kecelakaan yang menimpa pesawat penumpang Ukrainian Airlines yang menewaskan 176 penumpang pada Rabu (8/1/2020) di Iran wilayah menemui babak baru. Setelah sempat membantah sebelumnya, Pemerintah Iran pada Sabtu (11/12020) mengklaim militernya tidak sengaja menembak jatuh pesawat terbang tersebut.

Atas ketiudaksengajaan itu, perdana menteri Iran Javad Zarif menuliskan permintaan maaf melalui akun Twitternya kepada keluarga para korban.

“Hari yang menyedihkan. Kesimpulan terlalu awal oleh pasukan bersenjata. Kesalahan manusia di saat krisis yang disebabkan perilaku Amerika Serikat berimbas pada kecelakaan. Kami sangat menyesal, meminta maaf kepada masyarakat kami, semua keluarga para korban dan negara-negara yang terdampak,” tulis Javad.

Pihak militer Iran menyatakan kesalahan tersebut terjadi pada saat mereka berada dalam tingkat kesiapsiagaan tertinggi setelah Amerika Serikat melakukan serangan yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani. Agar tidak menimbulkan kesalahan serupa, militer Iran mengklaim bakal melakukan upgrade pada sistem mereka.

Sebelumnya Menteri Hubungan Luar Negeri Kanada François-Philippe Champagne mengumumkan dalam konferensi pers Jumat (10/1/2020) pembentukan kelompok perwakilan internasional untuk menyelidiki kecelakaan yang menewaskan mayoritas warga Iran dan Kanada tersebut. Kelompok ini terdiri dari perwakilan Inggris, Swedia, Ukraina, Kanada, dan Afghanistan.

Champagne mengatakan pihaknya akan menginformasikan ke publik perkembangan terkini dari penyelidikan tersebut. Dia juga menyatakan terdapan 57 warga Kanada dalam penerbangan tersebut.

Pesawat jet Boeing 737 yang dioperasikan Ukrainian International Airlines jatuh di pinggiran Teheran, Iran dalam proses takeoff beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal ke pangkalan Amerika Serikat di Irak. Dalam beberapa hari sebelumnya, Iran membantah rudalnya menjatuhkan pesawat tersebut. Tetapi kemudian Amerika Serikat dan Kanada menyakini berdasarkan informasi intelijen bahwa Iran menembak jatuh pesawat tersebut.

Pesawat itu sendiri rencananya terbang menuju ibu kota Ukraina, Kiev dengan membawa 167 penumpang termasuk 82 warga Iran dan sedikitnya 63 warga Kanada dan 11 warga Ukraina. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top