NASIONAL

Dihantam Banjir dan Tanah Longsor, 12 Pemerintah Daerah Berstatus Tanggap Darurat

Warga keluar dari Kampung Muhara yang terisolir akibat jembatan putus, di Kecamatan Lebak Gedong, di Lebak, Banten, Ahad (5/1/2020). (foto: Antara/Weli Ayu Rejeki)

Kate.id – Sebanyak 12 pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat. Hal ini setelah dilanda bencana banjir dan longsor yang disebabkan hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang sejak 31 Desember 2019 lalu.

Data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 4 Januari 2020 tercatat sebanyak 1.317 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang dan 544 rumah rusak ringan. Kemudian 5 fasilitas umum rusak berat, 3 fasilitas pendidikan rusak ringan dan 2 rusak sedang, 2 fasilitas peribadatan rusak sedang dan 24 jembatan mengalami rusak berat.

Adapun 12 daerah yang menyatakan status tanggap darurat meliputi Kota Bekasi (1-7 Januari), Kabupaten Bekasi (2-8 Januari), Kabupaten Bandung Barat (2-8 Januari), Kabupaten Indramayu (2-8 Januari), Kota Depok (1-7 Januari), Kabupaten Bogor (2-16 Januari), Kabupaten Tangerang (1 – 14 Januari), Kota Tangerang (1-14 Januari), Kota Tangerang Selatan (1-14 Januari). Berikutnya Kabupaten Serang (1-14 Januari), Kota Tangerang Selatan (1-14 Januari), Kabupaten Lebak (1-14 Januari).

Dengan status tanggap darurat dari kepala daerah tersebut, mempermudah pemerintah pusat dalam memberikan bantuan. Dalam hal ini BNPB dapat memberikan bantuan dana siap pakai (DSP) ke pemerintah daerah. Sementara itu bagi pemerintah daerah dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sudah dianggarkan masing-masing daerah.

SERATUS RIBU ORANG MENGUNGSI

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, mewakili Presiden Joko Widodo, menyerahkan paket bantuan Presiden kepada masyarakat terdampak bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, MInggu (5/1/2020) siang. (Foto: BPMI Setpres)

Hingga Ahad (5/1/2019) pukul 18.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir pada hari pertama tahun 2020 telah mencapai 60 orang. Sementara dua orang dinyatakan hilang. Adapun jumlah pengungsi mengalami kenaikan menjadi 100.677 jiwa dari 92.261 jiwa, terbanyak dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatikom) BNPB Agus Wibowo, dalam siaran persnya Minggu (5/1/2019) malam menyampaikan, hingga saat ini terdapat 255 titik pengungsi. Yang terbagi 75 titik di Kota Bekasi, 27 titik di Kabupaten Bogor, 6 titik Jakarta Timur, 4 titik di Jakarta Barat, 8 titik di Jakarta Selatan, 3 titik di Jakarta Utara, 8 titik di Kabupaten Lebak, 6 titik di Kota Depok.

“Titik pengungsian terbanyak yang dicatat Pusdalops BNPB berada di Kota Tangerang Selatan sejumlah 118 titik pengungsian,” jelas Agus.

Sementara itu BNPB mengirimkan bantuan ke lokasi yang masih terisolasi dan susah dijangkau via darat menggunakan Helikopter Bell 412 dengan nomor regist PK-DAS mendarat di Lapangan Tegar Beriman Komplek Pemda Kabupaten Bogor pukul 12.00 WIB. Kemudian logistik dikirim untuk menjangkau lokasi terisolir daerah Cileuksa dan Pasir Madang, Kabupaten Bogor.

Menurut Agus, distribusi logistik dari udara ini dilakukan dua kali sorti. Sorti pertama 500 Kg dan sorti kedua 650 Kg. Barang yang didistibusikan antara lain air mineral, selimut dan paket sembako. Ia menjelaskan, sulitnya untuk pengisian ulang bahan bakar helikopter dan minimnya informasi cuaca serta keamanan helikopter menjadi kendala pendistribusian. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top