NASIONAL

Belasan Jiwa Melayang Akibat Banjir, Jumlah Korban Bisa Terus Bertambah

Salah satu lokasi banjir yang melanda Jabodetabek, Rabu (1/1/2020). (Foto: Humas BNPB)

Kate.id – Korban jiwa akibat banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya terus bertambah. Bila sebelumnya jumlahnya sembilan orang pada Rabu (1/1/2020), dalam rilis terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kamis (2/1/2020) jumlahnya bertambah menjadi 16 orang meninggal dunia.

Ke-16 korban tersebut tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang. Dengan rinciannya 8 orang meninggal di Jakarta, satu orang di Bekasi, tiga orang di Depok, satu orang di Kota Bogor, satu orang di Kabupaten Bogor, satu orang di Kota Tangerang, dan satu orang di Tangerang Selatan.

“Saat ini BNPB masih terus melakukan pendataan dari berbagai sumber dan kemungkinan jumlah korban bisa bertambah,” kata Agus Wibowo selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, dalam siaran persnya Kamis (2/1/2020) pagi.

Sebagaimana diketahui, banjir mengguncang wilayah Jabodetabek akibat hujan yang turun terus-menerus sejak Rabu (1/1/2020) dini hari hingga siang dan sore hari. Akibatnya, bukan hanya banyak fasilitas umum yang tidak beroperasi, tetapi juga banyak rumah terendam banjir, jalanan terputus, dan mobil-mobil milik warga yang terendam air.

PNS TERDAMPAK BISA CUTI

Sementara itu Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut, bagi PNS yang hari Kamis (2/1/2020) ini tidak bisa masuk kerja karena terdampak banjir di sejumlah wilayah, khususnya di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) bisa mengajukan cuti karena alasan penting. Mengenai cuti bagi PNS yang terdampak banjir itu, admin BKN merujuk pada Peraturan BKN Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti PNS.

“Bagi #sobatBKN yang berprofesi sebagai PNS dan ikut terdampak banjir, dapat ajukan Cuti Alasan Penting sesuai Peraturan BKN 24/2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti PNS,” bunyi cuitan BKN, Kamis.

Dalam Peraturan BKN itu disebutkan, dalam hal PNS mengalami musibah kebakaran rumah atau bencana alam, dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan paling rendah dari Ketua Rukun Tetangga (RT). Menurut Peraturan BKN ini, Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti paling lama satu bulan. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top