METROPOLIS

ASN di Samarinda Wajib Sumbang Tanaman bila Naik Pangkat

ilustrasi ASN.

SAMARINDA, Kate.id – Siap-suap bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Samarinda, khususnya yang akan naik pangkat atau promosi jabatan. Pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal menerapkan partisipasi bagi ASN yang naik pangkat dan promosi jabatan untuk menyumbang tanaman.

“Naik pangkat dan promosi wajib menyumbang tanaman. Ini adalah upaya partisipasi ASN dalam meningkatkan kualitas lingkungan sesuai dengan instruksi Wali Kota Samarinda dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca akibat pemanasan global dan partisipasi mewujudkan keindahan dan kenyamanan lingkungan,” ucap Sugeng Chairuddin selaku Sekretaris Daerah Kota Samarinda dalam siaran pers Pemkot Samarinda.

Peraturan ini dibahas dalam rapat program Si PeSuT, singkatan dari akSi Pegawai Sumbang Tanaman inovasi DLH Samarinda di Balai Kota Samarinda, baru-baru ini. Sugeng menjelaskan, ASN yang promosi dan yang naik pangkat dengan telah menerima Surat Keputusan (SK) wajib menyumbangkan tanaman produktif atau tanaman hias yang telah diatur oleh DLH.

“Kalau bisa ya sebelum naik pangkat/golongan sudah harus diserahkan, paling lama tujuh hari setelah menerima Surat Keputusan (SK). Bila terlambat menyerahkan tanaman yang sudah ditentukan kita kenakan denda, masing-masing 1 (satu) bibit tanaman per hari atas setiap keterlambatan penyerahan tanaman,” ujar Sugeng dalam rapat yang dihadiri Asisten III Setda Ali Fitri Noor dan Kepala DLH Samarinda Nurrahmani.

Oleh karena itu, lanjut dia, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Samarinda agar selalu mengingatkan secara berkala kepada ASN di lingkungannya untuk melaksanakan program si PeSuT.

“Kan sudah ada Perwali untuk tidak menggunakan yang berbahan baku plastik dan juga harus ada tanaman semua jenis. Bahkan kalau bisa ada waktu di setiap OPD/Kecamatan sampai Kelurahan paling tidak 5 menit untuk merawat tanaman sekitar. Kami Instruksikan juga di Dinas Pendidikan untuk siswa/i SD dan SMP untuk merawat tanaman terlebih dahulu sebelum jam belajar dimulai,” tegas Sugeng.

Sementara itu Kepala DLH Samarinda Nurrahmani menambahkan, Si PeSuT ini akan efektif setelah keluar edaran dari BKP2D. “Insyaallah Januari tahun 2020 sudah mulai efektif setelah edaran keluar,” terangnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top