POLITIK

Diminta Mundur dari Polri, Ketua KPK Klaim Tak Rangkap Jabatan

Firli Bahuri dan Agus Rahardjo saling bersalam komando. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Kate.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Polisi Firli Bahuri menegaskan bahwa dirinya sudah tidak memiliki jabatan lagi di institusi Polri. Hal ini menanggapi menanggapi komentar dari Istana yang meminta pimpinan KPK tidak rangkap jabatan.

“Saya sejak 19 Desember 2019 sudah tidak memiliki jabatan (di Polri). Jelas, ya,” kata Firli usai menghadiri acara kenaikan pangkat perwira Polri di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (26/12/2918), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Terkait dengan posisinya saat ini sebagai Analis Kebijakan Utama Badan Pemelihara Keamanan Polri, Firli menegaskan itu bukan jabatan struktural. “Itu bukan jabatan,” sebutnya.

Hal ini juga ditegaskan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Kata dia, Firli Bahuri tidak perlu mundur dari institusi Polri. “Enggaklah. Itu semua kan ada aturannya. (Firli) masih polisi,” ujar Argo.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono mengatakan bahwa pimpinan KPK tidak boleh rangkap jabatan. Hal itu sesuai dengan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK yang menyebut bahwa pimpinan KPK harus melepaskan semua jabatan selama menjabat sebagai pimpinan KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri saat ini menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Badan Pemelihara Keamanan Polri. Ia digeser ke jabatan tersebut setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top