EKONOMI & BISNIS

Alih Kelola Blok Rokan ke Pertamina Ditarget Rampung 2020

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan keterangan pers di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (23/12/2019). (Foto: Humas Kementerian ESDM)

Kate.id – Percepatan proses transisi alih kelola Blok Rokan dari Chevron Pasific Indonesia ke PT Pertamina (Persero) harus segera diselesaikan tahun depan. Desakan ini datang dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif.

“Dengan begitu, akan mempercepat pelaksanaan proses pengeboran minyak dan gas bumi di blok yang terletak di Provinsi Riau tersebut,” kata Arifin kepada para awak media di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Menurut dia, sejauh ini proses alih kelola antara kedua belah pihak terus berjalan. Pihaknya sudah minta Pertamina proaktif untuk kemudian Chevron bisa membuka pintu. “Tiap pekan Chevron sudah lapor. Kemudian kami pertemukan dengan Pertamina,” ujar Arifin.

Percepatan alih kelola, sambungnya, dilakukan guna mempertahankan tingkat produksi Blok Rokan saat jatuh tempo alih kelola di tahun 2021 nanti. Untuk itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta Pertamina segera menyiapkan dana untuk investasi pengeboran.

“Pertamina sudah menyiapkan, karena ini Pertamina harus segera melaksanakan 20 poin pengeboran untuk bisa mempetahankan, dari 72 target. Ya paling tidak 20 itu bisa dilakukan,” sebut Arifin.

Kendati demikian, diakui masih terdapat beberapa persoalan administrasi dan persoalan penting lainnya antar kedua belah pihak yang bersifat Business to Business (B to B). Beberapa hal yang terkait regulasi dan kontrak administratif itu menurutnya harus diselesaikan, tetapi tahun depan harus sudah selesai.

Dilaporkan, awal 2019 ini produksi Blok Rokan mencapai 207.000 barel per hari atau setara dengan 26% produksi nasional. Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan, dimana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina pada 31 Juli 2018. Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut.

Blok Rokan sendiri merupakan blok minyak terbesar kedua di Indonesia yaitu seluas 6.220 kilometer. Blok ini memiliki 96 lapangan dengan tiga lapangan memiliki potensi minyak yang sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Untuk tahun depan, SKK Migas menargetkan produksi di Blok Rokan bisa mencapai 161 ribu bopd atau turun dibanding target tahun ini yang sebesar 190 ribu bopd. Ini lantaran Chevron tidak lagi berinvestasi untuk aktivitastas apapun di Blok Rokan pada tahun depan. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top