WISATA

Pesona Kampung Kerapu, Destinasi Wisata Pesisir di Situbondo

Wisata Kampung Kerapu. (Foto: Instagram/sigitdim)

KEPAK kipas bulu warna jingga, tampak padu rampak terkembang. Lima penari luwes nan jelita melenggak-lenggok di atas panggung. Menggunakan kostum kebaya modern warna biru laut, sajian tarian bertajuk Gelora Panca Raga menandai digelarnya Festival Kerapu yang digelar di Kampung Kerapu, Kendit, Situbondo.

Disadur dari laman indonesia.go.id, Kampung Kerapu didirikan sejak 2018 oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim).  Berbekal niatan untuk mendorong industri wisata di kawasan Situbondo, anggaran sebesar sekitar Rp 6 miliar pun dikucurkan ke objek wisata Kampung Kerapu.

Dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018 itu diperuntukkan bagi pembangunan dermaga yang menjorok ke tengah laut. Panjang dermaga kayu yang terletak di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit itu sekira 300 meter.

Bentuk dermaga dibuat melingkar guna memudahkan pengunjung wisata yang keluar dan masuk. Di bagian ujung dermaga terdapat pelabuhan apung mini. Dari situ pengunjung dapat diantar dengan kapal nelayan setempat untuk melihat langsung lokasi budi daya ikan kerapu. Ikan kerapu dibudidayakan dengan menggunakan keramba jaring apung (KJA).

Desa Klatakan, tempat Kampung Kerapu berada, selama ini dijuluki sebagai kampung keramba. Pasalnya hampir semua warga di kampung itu memiliki mata pencaharian sebagai pengusaha maupun pekerja budi daya ikan kerapu. Mereka menggunakan keramba jaring apung di tengah laut yang berjarak 500-an meter dari bibir pantai.

Saat ini, keberadaan kampung keramba atau kampung kerapu telah lumayan kesohor. Salah satu sentra ekonomi di Situbondo itu telah kerap dikunjungi warga asal luar kota yang ingin atau melaksanakan studi banding tentang budi daya kerapu berkeramba jaring apung. Tak heran kampung keramba apung itu pun kemudian menjadi ikon budi daya ikan kerapu.

GELAR FESTIVAL

(Foto: IG @tamibeniarti)

Kemasyuran kampung kerapu tak lantas membuat pihak pengelola dalam hal ini dinas terkait di Situbondo berpuas diri. Pada awal Desember 2019, pemerintah setempat kembali memperkenalkan sebuah gebrakan baru untuk promosi pariwisata kepada publik. Namanya Festival Kerapu.

Digelar secara meriah, festival ini menampilkan tari-tarian, musik, dan atraksi. Menurut informasi yang dihimpun di lokasi festival, para talent tak lain merupakan muda-mudi Situbondo.

Sebagai acara pembuka, Festival Kerapu menampilkan tarian modern yang dibawakan oleh lima sosok dara manis. Mereka mengenakan kebaya paduan biru dan perak gemerlap. Lalu jarik payet dengan warna senada dan hiasan kepala menyerupai burung dengan ekor terkembang, lengkap dengan selendang biru yang dipasangkan di bagian pinggang dan kipas merah di tangan para penarinya.

Tarian modern yang dinamai Gelora Panca Raga itu boleh jadi menyiratkan semangat warga Situbondo dalam menyambut gegap gempita wisata di tanah Situbondo. Atau juga cocok dijadikan sebagai tarian sambutan bagi para tamu yang datang.

Tampilan kedua adalah gitaris one finger pencipta gitar gadget bernama Doddy Hernanto alias Mr D dengan dua lagu khusus, yakni Jazz Shalawat dan Chariots of Fire. “Itu adalah lagu karya saya semua. Sebenarnya ingin bawa satu album, tapi karena waktunya terbatas, saya bawakan dua saja ditambah solo dan improvisasi lainnya,” katanya.

Pria yang juga Direktur Gawainesia TIMES Indonesia itu akan mencampur dua lagu karyanya dengan lagu-lagu daerah. Berkolaborasi dengan Art Painting dan Fire Dance, Mr D akan mengiringi pelukis dan para personel Fire Dance. “Jadi dia menggambar, aku iringi musiknya. Dance fire juga begitu. Aku yang mainkan lagunya. Tak campur juga dengan lagu Just Keep Loving karyaku juga,” terang dia.

Festival Kerapu juga dimeriahkkan oleh art paintingfire dancemodern dance, dan Side Pro Band. Saat ini, nama Festival Kerapu sendiri belum cukup dikenal luas oleh khalayak. Namun boleh jadi, harapan besar terhadap festival itu tetap membucah. Betapa tidak.

Situbondo merupakan salah satu kota kabupaten yang terletak di antara Banyuwangi dan Jember. Di kedua kota tersebut, mulai dari beberapa tahun silam, pagelaran seni bertajuk festival boleh dikata mampu mengangkat pamor dan perekonomian kedua daerah itu ke titik tertinggi.

Wajar saja, Kabupaten Situbondo ingin mengikuiti jejak dua kabupaten tetangganya, Jember dan Banyuwangi, yang berhasil mengangkat PAD-nya melalui sejumlah kreasi berbentuk festival. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top