POLITIK

Tak Mundur dari Partai Hanura, Wiranto: Jangan Komentar Macam-Macam

Wiranto. (Foto: Rahmat/Humas)

Kate.id – Terpilihnya Wiranto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2019-2024 menyulut beragam reaksi. Salah satunya perihal jabatan politik Wiranto yang masih tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu diminta mengundurkan diri dari jabatan di partai politik tersebut.

Menanggapi hal itu, Wiranto menegaskan dirinya tidak harus mengundurkan diri dari posisi Ketua Dewan Pembina Partai Hanura meski telah menjabat sebagai Wantimpres. Lantaran tidak ada larangan rangkap jabatan yang berhubungan dengan posisinya di Hanura.

“Yang dilarang dalam undang-undang itu jika menjabat sebagai ketua umum atau sebutan lain, atau menjadi anggota badan pengurus harian. Selain itu diizinkan,” kata Wiranto seusai menjalani serah terima jabatan Wantimpres 2015-2019 kepada 2019-2024, di Jakarta, Senin (16/12/2019), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Karena itu dia meminta tidak ada lagi komentar yang memintanya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura atas isu rangkap jabatan. “Jadi jangan sampai ada komentar macam-macam, harus mundur,” kata dia.

Wiranto menegaskan jika pun pada akhirnya dirinya memutuskan mundur, maka keputusan itu bukan atas dasar larangan undang-undang, melainkan adanya pertimbangan politik tertentu.

Sebelumnya pada Jumat (13/12/2019), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantik sembilan orang anggota Wantimpres periode 2019-2024. Mantan Menko Polhukam pada Kabinet Kerja, Wiranto, ditunjuk menjadi Ketua Wantimpres periode 2019-2024.

Penunjukan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor : 137/P/2019 tentang Pengangkatan Dalam Keanggotaan Wantimpres yang dibacakan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara pada 12 Desember 2019 sebelum pelantikan.

Dalam Keppres itu disebutkan, Wiranto menjadi Ketua merangkap Anggota Wantimpres 2019-2024. Sedangkan anggota lainnya adalah Agung Laksono , Arifin Panigoro, Soekarwo, Sidarto Danusubroto, M Mardiono Bakar, Dato Sri Tahir, Habib Lutfi bin Yahya, dan Putri Kuswinu Wardarni. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top