OLAHRAGA

Peraih Medali SEA Games 2019 Dipastikan Terima Bonus

Tim bola voli pantai putra Indonesia Gilang Ramadhan, Danangsyah Pribadi, Ade Rachmawan dan Mohammad Ashfiya menunjukkan medali emas voli pantai beregu putra SEA Games 2019 di Subic Tennis Court, Subic, Filipina, Jumat (6/12/2019). (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Kate.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak mempermasalahkan kegagalan kontingen Indonesia memenuhi target masuk peringkat dua besar SEA Games 2019. Dia menilai prestasi atlet-atlet Indonesia pada Pesta Olahraga se-Asia Tenggara ke-30 di Filipina itu melebihi target dari sisi perolehan medali emas.

“Target saya masuk ke 2 besar, tapi sekarang masuk ke 4 besar. Tapi emasnya memang melampaui target yang sudah kita berikan, lebih kan dari 60. Target pertama 45, saya enggak mau, 60 sudah terlampaui, sekarang dapat berapa? 72 emas. Terlampaui,” kata Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, di Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated KM 38, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Rabu (12/12/2019) siang.

Dengan demikian dia menegaskan, pemerintah akan memberikan bonus kepada para peraih medali Sea Games 2019 di Filipina, yang berakhir Rabu (11/12). Bonusnya untuk peraih emas sebesar Rp 500, Rp 300 juta untuk peraih perak, dan Rp 200 juta untuk perunggu.

Sebelumnya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan, prestasi yang dicapai atlet-atlet Indonesia pada Sea Games ke-30 itu membanggakan, melegakan, sekaligus membahagiakan. Hal ini karena Indonesia berhasil mencapai target medali setelah mengumpulkan 72 keping medali emas.

“Tolok ukur kita target medali emas, pertama kita targetkan 45 untuk melampui 38 pada SEA Games sebelumnya. Ditingkatkan 54, 60, dan kami bersyukur dapat mencapai 72,” kata Zainudin.

Dari sisi peringkat pun, menurut dia, Indonesia telah memperbaikinya. Jika di dua SEA Games sebelumnya, Indonesia bercokol di 5 sekarang terdongkrak naik posisi 4 Asia Tenggara, dibawah Filipina, Vietnam, dan Thailand, diatas Malaysia, Singapura, Myanmar, Kamboja, Brunai Darussalam, Laos,  serta Timor Leste.

Selain itu, lanjut Zainudin, yang membahagiakan sekaligus optimisme baru bahwa kebijakan menurunkan sebagian besar atlet-atlet junior berhasil, sehingga 60 persen atlet junior yang saat ini diturunkan memiliki jam terbang internasional. Sehingga siap menjadi pelapis serta estafet untuk mengejar prestasi tinggi pada multi event selanjutnya.

“Perlu diketahui bahwa tidak semua cabor menurunkan atlet-atlet senior. Saya contohkan atletik, Zohri tidak diturunkan, kalau diturunkan optimitiss banyak medali kita dapat, biar konsentrasi menuju Olimpiade. Yang penting lagi ini bagian pembinaan atlet-atlet junior agar merasakan atmosfir pertandingan internasional,” pungkasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top