METROPOLIS

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Diprediksi Meningkat di 2020

ilustrasi

Kate.id – Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berpeluang meningkat pada 2020. Hal ini diungkapkan Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalsel Herawanto pada acara pertemuan tahunan BI 2019 di gedung BI Kalsel, Rabu (11/12/2019).

Peluang ini disebut seiring pemulihan kinerja ekspor pertambangan batu bara dan industri pengolahan pada tahun depan. Memang, ungkap Herawanto, pertumbuhan ekonomi Kalsel melambat pada 2019 ini. Lantaran kinerja ekspor pertambangan batu bara tertekan pergerakan kondisi ekonomi global.

“Tapi di 2020 sepertinya akan meningkat,” ujarnya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Peningkatan ini utamanya, lanjut Herawanto, untuk agro industri seperti hasil kelapa sawit, yakni, minyak sawit mentah atau CPO. Kalsel dianggap memiliki cukup besar sumber dayanya pada industri tersebut.

“Ekspor CPO ini sangat baik saat ini, di tahun akan datang lebih baik lagi kita yakin,” jelas dia.

Apalagi, ungkap Herawanto, kebijakan pemerintah terkait dengan biofoil ini mewajibkan B20 akan ditingkatkan menjadi B30 hingga B50. “Ini prospeknya bagus bagi industri CPO di daerah Kalsel, sehingga kami yakin ada peningkatan kinerja ekspor dari daerah ini kedepannya,” papar Herawanto.

Dengan demikian, dia meyakini inflasi di Kalsel akan tetap terkendali sejalan dengan sasaran inflasi nasional yang lebih rendah sebesar 3,0±1%. Dengan catatan bahwa apa yang telah tertulis dalam program Roadmap Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kalsel dapat berjalan dengan baik.

Sementara untuk stabilitas sistem keuangan di Kalsel, Herawanto mengatakan juga terjaga. NPL tercatat masih dalam batas yang aman, meskipun masih diwarnai risiko penurunan harga komoditas utama.

Dia mengungkapkan juga, untuk kredit perbankan Kalael pada tahun 2019 tumbuh tertahan, sementara pada 2020 akan terdorong meningkat. Bank Indonesia, lanjut dia, akan terus menguatkan pengembangan klaster ketahanan pangan dan produk unggulan daerah.

Saat ini terdapat lima klaster yaitu klaster padi unggul di Kabupaten Tanah Bumbu, klaster bawang merah di Kabupaten Tapin, Klaster Ikan Air Tawar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Klaster Udang di Kabupaten Kotabaru dan Klaster Ampulung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Selain itu, juga terus menggali komoditas eksotis khas Kalsel untuk dapat diperkenalkan secara lebih luas pada lingkup Nasional dan Dunia, seperti kain khas sasirangan dan kopi lokal. Selain kelompok tani dan UMKM, pengembangan juga dilakukan BI kepada pondok pesantren di daerah ini. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top