OLAHRAGA

SEA Games 2019 Resmi Ditutup, Indonesia Peringkat Keempat

Atraksi drone di langit malam saat penutupan SEA Games 2019 Filipina, membentuk tulisan slogan ajang ini "We Win As One". (Foto: MB Photo / Rio Leonelle Deluvio / Canon 5D Mark IV with 16-35mm f2.8)

Kate.id – SEA Games 2019 Filipina resmi ditutup, Rabu (11/12/2019). Sayangnya hingga penutupan, kontingen Indonesia tidak mampu mengerek perolehan medali emas. Alhasil, target peringkat dua perolehan medali yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) gagal diraih.

Indonesia harus puas finis di posisi empat klasemen SEA Games 2019 dengan koleksi total 267 medali, terbagi dari 72 emas, 84 perak dan 111 perunggu. Data ini sesuai laman resmi yang ditampilkan pukul 16.00 waktu Manila, Rabu.

Filipina sebagai tuan rumah keluar menjadi juara umum event olahraga terbesar dua tahunan di Asia Tenggara tersebut dengan koleksi total 387 medali, rinciannya 149 emas, 117 perak dan 121 perunggu. Disusul di peringkat kedua Vietnam dengan total 288 medali, rinciannya 98 emas, 85 perak dan 105 perunggu, kemudian Thailand di posisi ketiga dengan raihan total 318 medali dan rinciannya 92 emas, 103 perak dan 123 perunggu.

Pengumuman resmi melalui laman itu juga menandai selesainya seluruh pertandingan cabang olahraga dalam pelaksanaan SEA Games 2019, dan sudah tidak ada lagi perebutan medali. Pesta penutupan SEA Games dipusatkan di Stadion Atletik, New Clark City, Capas, Tarlac, atau sekitar 100 kilometer dari Ibu Kota Manila, dan dimulai pukul 17.00 waktu Filipina.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengaku bersyukur berada di posisi empat dengan total 72 medali emas. Sebab pada SEA Games sebelumnya hanya mendapatkan 38 medali emas.

“Kami bersyukur bahwa di sini saya sampaikan target awal 60 medali, dan akhirnya dapat melebih dengan total 72 medali. Hal ini satu hal yang luar biasa, dan saya kira perlu bersyukur,” ungkap Zainudin.

Dia mengaku, Jokowi juga akan memahami, karena mendapatkan jauh lebih baik dibanding SEA Games 2017 yang hanya dengan 38 medali emas. “SEA Games kali ini juga bertujuan memberi kesempatan atlet junior sehingga hasilnya tidak apa-apa dan bisa dibuat pengalaman bagi mereka, khususnya yang baru pertama kali,” sebutnya.

FILIPINA KLAIM SUKSES, VIETNAM BERIKUTNYA

Black Eyed Peas tampil dalam upacara penutupan SEA Games 2019 Filipina. (Foto: MB Photo/ Monica Pantaleon)

Ketua penyelenggara SEA Games 2019 Filipina (PHISGOC) Alan Peter Cayetano ketika upacara penutupan SEA Games mengklaim jika negaranya telah berhasil melaksanakan SEA Games terbesar sepanjang sejarah. Bahkan dia menyebut natal datang lebih awal karena event ini.

“Filipina memiliki libur natal terpanjang di dunia. Natal tahun ini datang lebih awal. Kami warga Asia Tenggara, kami rakyat Filipina telah menunjukkan kepada dunia jika kami bisa melakukannya, dengan kualitas dunia, memecahkan banyak rekor SEA Games, dan menggelar SEA Games terbesar sepanjang sejarah,” kata Cayetano di Stadion Atletik, New Clark City, Filipina, Rabu.

Filipina telah menggelar 530 ajang pertandingan dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan di empat klaster yang terletak di Pulau Luzon yaitu Metro Manila, Clark, Subic/Olongapo dan klaster keempat yang terdiri dari beberapa venue terpisah. Ini merupakan kali keempat bagi Filipina menjadi tuan rumah SEA Games. Tiga edisi sebelumnya digelar pada 1981, 1991 dan 2005.

Tuan rumah kembali lagi menjadi juara umum sejak 2005, kali ini dengan perolehan 149 medali emas, 117 perak dan 121 perunggu. Filipina tak tersentuh di pucuk tabel perolehan medali meninggalkan Vietnam di peringkat dua dengan selisih 51 medali emas.

“Kami merayakan hari ini sebagai juara umum SEA Games ke-30 bersama semua atlet. Terima kasih telah datang ke Filipina dan terima kasih atas sportivitas kalian,” urai Cayetano yang juga seorang senator di Filipina.

“Ketika kita mengincar medali emas, kami melakukannya sepenuh hati tapi tidak membiarkan kilau emas membutakan kita,” sambungnya.

Cayetano pun menyebut Roger Casugay, peselancar asal Filipina, sebagai salah satu pahlawan dan teladan. Roger menjadi sorotan ketika dirinya menyelamatkan peselancar Indonesia Arip Nuhidayat ketika sang lawan tersapu ombak di babak semifinal.

“Jelas bagi Roger jika ada yang lebih penting dari emas,” terangnya. Karena itu, Roger diganjar penghargaan berkat sportivitasnya tersebut di panggung upacara penutupan yang tak semegah di upacara pembukaan.

Sementara atlet renang putra Singapura Zheng Wen Quan keluar sebagai atlet terbaik SEA Games 2019 setelah mengemas medali emas terbanyak, yaitu enam emas serta dua perak. Gelar atlet putri terbaik diraih Nguyen Thi Anh Vien dari Vietnam yang juga bersinar di renang dengan raihan enam medali emas dan dua medali perak.

“Banyak cerita perjuangan, pengorbanan…. tapi hari ini kita merayakan dengan kemenangan,” lanjut Cayetano.

Dia pun menyebut negaranya telah berhasil menggelar SEA Games terbesar dan yang pertama mengadopsi standar tinggi untuk membuat ajang multi event berkelas dunia. Meski pernyataan itu disampaikan di kompleks stadion yang belum sepenuhnya selesai, dengan sesekali tercium tak sedap dari perternakan ayam yang terletak tak jauh dari sana.

“Bagi mereka yang tak yakin, mereka yang tak percaya ini bisa dilakukan, bagi mereka yang tidak percaya venue bisa diselesaikan tepat waktu…. semoga kedamaian bersama kalian,” kata Cayetano yang setengah menyindir.

Penyelenggaraan ajang dua tahunan itu mampu selesai tepat waktu di tengah segala kekurangan mulai dari keluhan soal akomodasi media, atlet dan kontingen. Kemudian juga terbatasnya akses transportasi ke sejumlah venue yang tersebar ke seluruh penjuru pulau Luzon. Filipina juga sempat dilanda Topan Kamurri awal bulan ini sehingga sejumlah pertandingan cabang olahraga ditunda karena alasan keamanan.

Meneruskan Filipina, Vietnam resmi menjadi tuan rumah SEA Games ke-31 tahun 2021. Hal ini setelah dilakukan penyerahan resmi bendera penyelenggaraan dari delegasi Filipina ke Vietnam pada acara penutupan SEA Games 2019.

Dalam acara itu, usai penyerahan bendera penyelenggaraan juga dinyanyikan lagu kebangsaan Vietnam serta dihibur tari tradisional asal negara tersebut. Vietnam pernah sekali menjadi tuan rumah, tepatnya tahun 2003 yang dipusatkan di dua kota, yakni Ibu Kota Hanoi dan Kota Ho Chi Minh.

Sementara itu, acara penutupan SEA Games 2019 dilakukan lebih meriah dibanding pembukaan, karena adanya hiburan “melukis langit” stadion dengan cahaya lampu sorot. Selain itu, hiburan kembang api yang hampir berlangsung lima menit. Dan puncak acara ditutup dengan tampilan grup musik asal Amerika Serikat, Black Eyed Peas, yang salah seorang personelnya merupakan kelahiran Filipina. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top