METROPOLIS

Sudah Belasan Kali Ditabrak Kapal, Jembatan Mahakam Samarinda Diminta Segera Diperbaiki

Jembatan Mahakam di Kota Samarinda tiap hari dilintasi aktivitas kapal tongkang batubara. (Dok. PP)

SAMARINDA, Kate.id – Sejak 2006 hingga saat ini, Jembatan Mahakam di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), tercatat sudah ditabrak 16 kali oleh kapal yang melintas hilir mudik di Sungai Mahakam. Terakhir kali terjadi pada 17 November lalu. Karena itu pemerintah didesak melakukan perbaikan secara total.

Hal ini terungkap saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kaltim, bersama BPJN XII dan Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kaltim di Gedung DPRD Kaltim, Senin (9/12/2019).

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan, pihaknya ingin mencari solusi agar kejadian jembatan ditabrak pontok tidak terulang lagi. Dia geram melihat fakta jembatan tertua di Kaltim itu sudah belasan kali ditabrak.

Suasana RDP Komisi III DPRD Kaltim, bersama BPJN XII dan Satker P2JN Kaltim di Gedung DPRD Kaltim, Senin (9/12/2019). (Dok. Humas DPRD Kaltim)

Yang lebih disayangkan, kata dia, hingga saat ini masih belum jelas siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang wajib melakukan perbaikan atas ditabraknya fender tiang jembatan tersebut.

“Kami ingin meminta kejelasan terkait masalah Jembatan Mahakam. Selain itu, tindak lanjut penyelesaiannya seperti apa. Siapa yang harus bertanggung jawab untuk menangani persoalan ini,” sebut politikus Partai Golkar itu saat memimpin rapat.

Dalam diskusi tersebut, diketahui sudah 16 kali Jembatan Mahakam ditabrak kapal dan ponton yang mengangkut batu bara. Bahkan pada 2018 lalu salah satu baut penghubung girder jembatan lepas. Sehingga terjadi pergeseran di lubang baut yang lepas. Kondisi diperparah dengan kejadian yang terulang, pilar tengah jembatan ditabrak pada 17 November lalu. Karenanya kondisi jembatan disebut sudah stadium III.

Kepala BPJN XII Budiamin menegaskan, dari hasil investigasinya beberapa waktu lalu pasca peristiwa tersebut, Jembatan Mahakam masih laik untuk dilintasi. “Kecuali ada kasus penabrakan (lagi) yang lebih besar, tidak bisa saya pastikan,” ucapnya dalam rapat dengan Komisi III DPRD Kaltim.

Dia menjelaskan, pihaknya telah melaporkan kondisi Jembatan Mahakam kepada Direktorat Jembatan Kementerian PUPR. Kata dia, tidak begitu rawan untuk segera diperbaiki. “Kalau untuk penggantian bautnya (yang copot), sudah masuk dalam anggaran perbaikan,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menyatakan, meski kondisi jembatan masih dalam kategori aman, namun ia menilai jembatan sudah dalam kategori mengkhawatirkan. Ia mendesak agar segera dilakukan perbaikan total sesuai standar kelaikan jembatan.

“Bahkan diakui oleh pihak BPJN XII, kalau kondisi jembatan ini ibaratnya sudah stadium III. Kita minta untuk dilakukan perbaikan agar kondisi jembatan aman,” tegasnya.

Pilar Jembatan Mahakam yang sudah beberapa kali ditabrak kapal. (Dok. PP)

Komisi III DPRD Kaltim menyayangkan, dalam rapat tersebut tidak diungkap data pelaku atau perusahaan pemilik kapal dari 16 kali penabrakan tersebut. Padahal, sudah ada CCTV yang terpasang di bawah jembatan untuk memantau hilir mudik kapal melintas.

“Saat perbaikan nanti saya minta harus ada sikap tegas dengan melakukan penutupan lalu lintas sungai di bawah Jembatan Mahakam. Memberikan waktu untuk perbaikan, juga sebagai efek jera dan kesadaran kolektif dari para pemilik kapal dan ponton yang kerap melintas,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan, Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin. Politikus PKB ini mengaku khawatir karena berkurangnya baut pada jembatan mahakam. Dia meminta BPJN XII segera melakukan perbaikan. Perbaikannya diharapkan tidak berlarut -larut, karena jangan sampai tragedi jembatan runtuh di Kaltim terulang kembali seperti di Kutai Kartanegara beberapa tahun lalu.

“Segera ditutup total (lalu lintas sungai) dan perbaiki dulu. Kalau bisa seminggu ke depan diperbaiki. Kalau mungkin waktu segitu tidak cukup untuk memperbaiki jembatan, silakan ditambah yang penting diperbaiki,” tandasnya. (lim)

Comments

BERITA TERBARU

To Top