HUKUM & KRIMINAL

Beraksi dari Indonesia, Sindikat Penipu Asal Tiongkok Raup Puluhan Miliar Rupiah

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kanan) dan Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Iwan Kurniawan (kiri) menunjukan barang bukti hasil penangkapan saat rilis pkasus penipuan online (Telecom Fraud) oleh WNA Tiongkok di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/11/2019). (Foto: ANTARA/Reno Esnir)

JAKARTA, Kate.id – Penyidik Polda Metro Jaya membongkar kasus penipuan melalui telepon yang diduga dilakukan puluhan warga negara Tiongkok. Dari penipuan yang dilakukan, diketahui bila kelompok ini berhasil meraup keuntungan hingga Rp 36 miliar.

“Dari hasil investigasi yang kami lakukan sementara, kerugian yang dialami oleh para korban mencapai Rp36 miliar,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (26/11/2019) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Gatot mengatakan, nilai kerugian yang diderita korban-korbannya bisa saja bertambah seiring berjalannya penyelidikan. Dijelaskan, meski komplotan ini beroperasi di Indonesia, korban-korbannya adalah warga negara Tiongkok yang berdomisili di Tiongkok.

Modus operandi kelompok ini adalah menelepon sasarannya yang berada di Tiongkok, lalu berpura-pura sebagai jaksa atau polisi yang mengaku bisa menyelesaikan masalah hukum korban.

“Modus operandinya seolah-olah menjadi seorang polisi, jaksa, bankir yang korbannya ada di Tiongkok. Mereka tahu siapa korban-korbannya, seolah-olah korban yang dihubungi punya masalah dan ketika membayar kepada kelompok ini kemudian uang diambil dan mereka menghilang,” ujar Gatot.

“Itu modus yang mereka lakukan, bahkan ketika jadi bankir mereka menawarkan investasi di Tiongkok, transaksi di tiongkok, hanya mereka yang berada di sini,” sambungnya.

Kasus ini sendiri terungkap setelah tim gabungan Direktorat Kriminal Khusus dan Narkoba melakukan penggerebekan serentak di enam lokasi di Jakarta dan satu lokasi di Malang, Jawa Timur (Jatim). Dalam penggerebekan tersebut petugas berhasil mengamankan 91 orang yang terdiri dari 85 WN Tiongkok dan enam WNI. Namun enam WNI tersebut kemudian dibebaskan karena tidak terbukti terlibat jaringan tersebut. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top