GAME

Sepekan Dirilis, Game Pokemon Terbaru Laku Enam Juta Kopi

artwork Pokemon Sword dan Pokemon Shield. (GameFreak)

Kate.id – ‘Pokemon Sword’ dan ‘Pokemon Shield’, dua video game terbaru dari serial populer Pokemon mencatat pencapaian yang fantastis. Dalam sepekan dirilis, kedua game untuk konsol Nintendo Switch tersebut telah terjual enam juta unit di seluruh dunia.

Game yang memang dirilis dalam dua versi ini sudah terjual sebanyak 1,37 juta kopi di Jepang dalam tiga hari sejak diluncurkan. Hal ini sekaligus mencetak rekor penjualan untuk game yang dikembangkan di konsol Nintendo Switch, berdasarkan perkiraan dari majalah mingguan game di Jepang, Rabu (20/11/2019).

Sebagaimana dikutip dari Kyodo, ‘Pokemon Sword’ dan ‘Pokemon Shield’ menambah daftar game yang diluncurkan untuk konsol terbaru Nintendo tersebut setelah sebelumnya merilis game ‘Super Mario Maker 2’. Kedua game yang digarap oleh developer GameFreak itu bertujuan meningkatkan penjualan Nintendo Switch sekaligus perangkat lunak mereka.

‘Pokemon Sword’ dan ‘Pokemon Shield’ diluncurkan pada Jumat (15/11/2019). Kedua game ini tercatat sebagai permainan pertama dari seri game role-playing Pokemon generasi kedelapan.

Namun, data yang dirilis Kadokawa Corp, penerbit majalah Shukan Famitsu, tidak menampilkan berapa jumlah unduhan dari game terbaru itu. Rekor penjualan sebelumnya dipegang oleh game ‘Super Smash Bros. Ultimate’ pada 2018 dengan angka menembus 1,24 juta kopi selama tiga hari sejak peluncuran.

Sementara itu untuk cakupan internasional, The Pokemon Company selaku induk perusahaan Pokemon mengumumkan bila kedua game ini telah terjual sebanyak enam miliar unit dalam pekan pertama perilisannya. Angka enam juta tersebut merupakan penjualan pekan pertama tertinggi untuk game Switch, sekaligus menjadikannya game Nintendo Switch dengan penjualan tercepat.

Penjualan konsol Nintendo Switch, yang dirilis pada 2017, terus meningkat sejak berbagai game baru Pokemon diperkenalkan pada publik, kata majalah itu. Demi meningkatkan penjualan Switch, Nintendo memperbarui model perangkat mereka dengan kapasitas baterai lebih besar pada Agustus 2019, serta menambah varian Nintendo Switch Lite yang lebih kecil dan ringan sebulan kemudian.

TAK TERPENGARUH KONTROVERSI NATIONAL DEX

Pencapaian penjualan yang fantastis ini sekaligus menepis kontroversi national pokedex yang sempat membuat komunitas penggemar Pokemon dunia meradang. Sebelumnya, sempat ada aksi boikot ‘Pokemon Sword’ dan ‘Pokemon Shield’, lantaran GameFreak selaku pengembang tidak menyertakan national dex Pokemon secara lengkap dalam game ini.

“Fans banyak yang protes dan membanding-bandingkan dengan game Pokemon terdahulu. Seharusnya game ini bisa memuat data jenis Pokemon secara lengkap. Karena Nintendo Switch lebih berdaya bila dibandingkan konsol Nintendo tempat game Pokemon rilis sebelumnya yang bisa memuat data ratusan Pokemon secara lengkap. Seharusnya Nintendo Switch bisa lebih baik dari konsol terdahulu, begitu protes fans,” ungkap Lukman Maulana selaku pemerhati serial Pokemon di Indonesia.

Dijelaskan, GameFreak memiliki alasan tersendiri tidak memasukkan national pokedex ke dalam rilisan terbaru mereka. Hal inilah yang membuat fans terbelah. Lantaran selama ini national pokedex merupakan fitur yang selalu ada dalam game Pokemon, yang menjadikan game Pokemon lebih menantang karena membuat pemainnya berusaha melengkapi jumlah Pokemon yang saat ini telah mencapai 800-an lebih.

Lukman menjelaskan, tetap laris manisnya penjualan game Pokemon terbaru ini disebabkan berbagai faktor. Alasan utama adalah basis penggemar Pokemon itu sendiri yang memiliki keterikatan kuat dengan waralaba yang pertama kali muncul di 1996 tersebut.

“Game Pokemon adalah game Pokemon. Berpetualang, menangkap monster, dan bertarung menggunakannya. Gaya permainannya ya seperti itu dari seri pertama sampai sekarang. Kalaupun ada perubahan, lebih ke fitur dan juga kualitas audio visual, menyesuaikan konsolnya,” papar pria yang pernah menjadi pemimpin komunitas Pokemon di Indonesia ini.

Menurut Lukman, gaya permainan itulah yang menjadikan Pokemon unik dan menarik untuk dimainkan. Konsep ini juga banyak ditiru game-game sejenis yang muncul belakangan. Karena itu meski formulanya sama, para penggemar tetap akan memainkannya sekalipun terdapat kekurangan sebagaimana yang diprotes sebagian penggemar.

“Game Pokemon terbaru selalu menghadirkan jenis-jenis Pokemon yang baru. Hal ini yang membuat penggemar penasaran. Selain itu juga fitur-fiturnya, GameFreak selalu berupaya membuat inovasi dalam setiap rilisan teranyar game ini,” sebut Lukman.

Fitur Gigantamax membuat Pokemon bisa berubah raksasa.

Salah satu fitur terbaru tersebut misalnya, yaitu Gigantamax, yang memungkinkan Pokemon berubah menjadi wujud raksasa. Pertarungan gym pun kini berubah menjadi lebih terasa mewah lantaran digelar dalam stadion yang besar dengan disaksikan banyak orang.

Lukman mengungkap, alasan lain penjualan yang tinggi ini lantaran konsol Nintendo Switch saat ini sudah menjadi tren di kalangan gamer dunia. Kepopulerannya bahkan mengalahkan PlayStation 4 dari Sony dan Xbox One dari Microsoft sebagai konsol video game mainstream. Apalagi versi murah Nintendo Switch, Nintendo Switch Lite dirilis menjelang peluncuran game ini.

“Hadir di Nintendo Switch membuat game Pokemon semakin dikenal luas bukan hanya di kalangan penggemarnya maupun gamer anak-anak. Melainkan juga di kalangan gamer dewasa yang sebelumnya tak pernah memainkan Nintendo, yang belum pernah memainkan game Pokemon. Rasa penasaran itulah yang membuat mereka membeli dan memainkannya. Sehingga Pokemon Sword dan Shield menjadi game Pokemon pertama yang mereka mainkan,” terang Lukman.

Di Indonesia sendiri hype ‘Pokemon Sword’ dan ‘Pokemon Shield’ begitu terasa. Malahan dalam pengamatan Lukman, antusiasnya melebihi game-game Pokemon terdahulu. Banyak anggota komunitas Nintendo Switch yang membicarakannya dan telah memainkan gamenya. Kebanyakan karena penasaran dan belum pernah memainkan game Pokemon terdahulu.

“Malahan saya melihat sudah banyak gamer Indonesia yang melakukan video streaming Pokemon Sword dan Pokemon Shield di media sosial. Ini tentunya semakin mengenalkan Pokemon ke komunitas gamer Indonesia, setelah sebelumnya sempat booming kembali lewat Pokemon GO,” pungkasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top