METROPOLIS

Perbatasan Kekurangan Guru dan Tenaga Kesehatan, Diusulkan Dapat Formasi CPNS

Wabup Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero. (Foto: istimewa)

Kate.id – Daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) masih sangat kekurangan tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan. Alhasil, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu mengusulkan formasinya pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 ini.

“Kami sebagai kabupaten perbatasan sudah sering menyampaikan persoalan itu ke pemerintah pusat,” sebut Antonius L Ain Pamero selaku Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu, Jumat (15/11/2019), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dijelaskannya, pemerintah daerah saat ini sudah tidak diperbolehkan lagi untuk merekrut tenaga kontrak. Kondisi tersebut membuat Kapuas Hulu semakin kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Menurut dia, selama ini Pemerintah Daerah Kapuas Hulu sudah berbagai cara dalam menutupi kekurangan-kekurangan tenaga pendidik. Mulai dari pengangkatan tenaga honorer daerah, tetapi terkadang terbentur dengan aturan.

“Saat ini sudah tidak bisa lagi pengangkatan honor daerah, mesti melalui tenaga P3K dan penerimaan CPNS,” beber Antonius.

Disampaikannya, Pemkab Kapuas Hulu sudah mengusulkan formasi dan kuota untuk penerimaan CPNS. Usulan ini lebih mengutamakan tenaga pendidik dan kesehatan. Akan tetapi, yang menentukan berapa banyak kuota Kapuas Hulu ada di Pemerintah pusat.

“Tahun ini Kapuas Hulu dapat Kouta 148 CPNS dan itu memang lebih didominasi guru dan tenaga kesehatan sisanya untuk tenaga teknis administrasi,” papar Antonius.

Hal tersebut, sambung dia, menjadi persoalan serius lantaran jumlah guru yang pensiun setiap tahunnya terbilang cukup banyak. Meski demikian, Antonius menegaskan bila Pemkab sudah berusaha berbagai cara untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik dan kesehatan namun terbentur aturan. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top