METROPOLIS

Lestarikan Orang Utan, Pemprov Kaltim Dukung Penuh Forum KEE Wehea-Kelay

Seekor orang utan bernama Bonti belajar beraktivitas di atas pohon di sekolah hutan Centre for Orangutan Protection (COP) Borneo di Berau, Kaltim. (Foto: COP Borneo-Ruweti Nurpiana)

SAMARINDA, Kate.id – Pelaksanaan Forum Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Wehea-Kelay mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). Lantaran merupakan wadah berbagai pihak untuk kelestarian Orang Utan di Kaltim.

Dukungan ini diungkapkan Encek Ahmad Rafiddin selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Selasa (12/11/2019). Dia mengatakan, melalui forum tersebut diharapkan semua pihak berkomitmen dalam pengelolaan ekosistem kawasan konservasi habitat Orang Utan Kalimantan.

Menurut Encek, pengelolaan habitat orang utan terbaik pada bentang alam Wehea dan Kelay seluas 532.143 hektare. Kawasan itu terletak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kabupaten Berau yang berada di wilayah Kaltim.

“Program ini telah berjalan sejak 2016-2018. Karena itu, sampai saat ini, forum telah berhasil mengimplementasikan rencana aksi periode 2016-2018,” ucap Encek usai memimpin pertemuan koordinasi rencana aksi Forum KEE Wehea-Kelay 2019-2021 di Aula Adiwiyata Kantor DLH Kaltim, Jalan MT Haryono Samarinda.

Dijelaskan, dalam realisasi pengembangan program ini, forum telah menyusun rencana aksi periode 2019-2021 secara partisipatif berdasarkan pembelajaran dari periode sebelumnya dan perkembangan-perkembangan terkini. Untuk memperkuat strategi implementasi rencana aksi tersebut, Forum KEE Wehea-Kelay melaksanakan pertemuan dengan seluruh anggota dan pihak-pihak lain yang mendukung untuk menyampaikan kembali rencana aksi dan mendapatkan masukan-masukan konstruktif.

“Program ini dilaksanakan bukan hanya oleh pemerintah daerah. Tetapi berbagai pihak. Terutama yang dimotori Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Juga didukung masyarakat adat serta perusahaan yang lahannya masuk kawasan konservasi di lahan yang mereka miliki terdapat habitat dilindungi,” jelasnya.

Pertemuan itu sendiri dirangkai dengan penyerahan apresiasi Ditjen KSDAE-KLHK kepada Ledjie Taq sebagai tokoh adat dan pejuang Hutan Adat Wehea. Dalam kesempatan ini dilakukan peluncuran Sekretariat bersama Forum Kawasan Ekosistem Esensial dan Tim Percepatan Pengusulan Geopark Sangkulirang Mangkalihat oleh Kepala DLH Kaltim di Kantor DLH Kaltim. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top