ADVERTORIAL

Hadiri HUT Ke-71 GPIB, Bupati Kutai Kartanegara Ajak Masyarakat Sukseskan Pemindahan Ibu Kota Negara

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menerima cinderamata dari pengurus GPIB (Dok. Humas Pemkab Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengajak masyarakat menyukseskan pemindahan ibu kota Negara (IKN) RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Timur). Apalagi sebagian wilayah Kukar yang terpilih untuk menjadi IKN RI.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri HUT ke-71 tahun Gereja Pantekosta Indonesia Bagian Barat (GPIB), dirangkai talk show dan deklarasi dukungan terkait pemindahan IKN Indonesia ke Kabupaten Kukar di Pendopo Bupati Odah Etam Tenggarong, Sabtu (2/11/2019).

Kegiatan bertema “Banyak Sukunya, GPIB Indonesia Banget” tersebut turut dihadiri Perwakilan Dewan Ketahanan Nasional RI Mayjen TNI Issac Marcus P, Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura H Aji Muhammad Arifin, Camat Tenggarong Arfan Boma, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kukar Sabran, perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, serta tokoh masyarakat, tokoh lintas agama serta tamu undangan lainnya dan perwakilan GPIB seKaltim dan luar daerah.

Adapun fokus dari talk show itu ialah Optimalisasi Peran Gereja Dalam Sinergitas Masyarakat dan Pemerintah Menyongsong Perpindahan IKN, yang menghadirkan narasumber dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura Rifani, perwakilan Dewan Ketahanan Nasional Mayjen TNI Issac Marcus P.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia berharap pembinaan umat dan kehidupan sosial bermasyarakat yang telah berjalan dengan baik selama ini bisa terus dijaga dan ditingkatkan. Sehingga ke depan tujuan masyarakat Kukar maju, sejahtera, dan adil bisa dicapai.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat bukan hanya untuk daerah kita namun juga untuk negara Indonesia,” ucap Edi.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah bersama Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura H Aji Muhammad Arifin (Dok. Humas Pemkab Kukar)

Menurut orang nomor satu si Kukar itu, dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia khususnya bidang keagamaan, pemerintah melalui program gerakan etam mengaji kitab suci memberikan wadah bagi setiap umat yang ada di Kukar untuk meningkatkan iman terhadap aqidah dan kepercayaan masing-masing.

“Kami bersama unsur Forkopimda memberikan jaminan sehingga kebebasan setiap umat beragama yang ada di Kukar untuk melaksanakan kewajibannya menurut kepercayaannya masing-masing bisa terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Lebih lanjut, berkaitan pro dan kontra pemindahan IKN, Edi mengajak seluruh masyarakat Kukar saling bergandengan tangan dalam menjaga kondisivitas yang telah terjaga dengan baik selama ini. Dirinya berharap peran serta dan kontribusi seluruh pihak sehingga apa yang telah terjaga dengan baik tersebut bisa dipertahankan.

Sementara, Ketua penyelenggara Yudiarta mengatakan, dipilihnya Kabupaten Kukar sebagai tuan rumah penyelenggara merupakan hasil kesepakatan bersama. Hal itu dikarenakan Kukar memiliki nilai budaya yang kental serta sejarah berdirinya pertama kali kerajaan tertua di Indonesia dan telah diputuskannya pemindahan IKN oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Selain talk show dan delegasi dukungan kegiatan ini juga dirangkai FGD dan ibadah yang akan dilaksanakan di Gereja GPIB Efata Tenggarong,” ucap Yudiarta.

Sementara itu Ketua Umum Majelis Sinode (MS) Pdt Paulus Kariso Rumambi berharap di ulang tahun ke-71 GPIB, peran gereja yang ada di desa dan pedalaman bisa terus ditingkatkan sinerginya bersama-sama pemerintah. “Ke depan titik berat pembangunan akan difokuskan di perdesaan, pelosok hingga pedalaman NKRI, ” ucap Pdt Paulus Kariso Rumambi.

Lebih lanjut, Paulus berharap kegiatan yang juga dirangkai talk show tersebut bisa memberikan pencerahan akan pentingnya kesadaran membangun kualitas sumber daya manusia. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top