ADVERTORIAL

Program PINTAR Kerja Sama Disdikbud-Tanoto Foundation, Tingkatkan Pendidikan di Kutai Kartanegara

Pelatihan tenaga pendidikan guru dan kepsek hasil kerjasama Pemkab Kukar dengan Tanoto Foundation (Dok. Humas Pemkab Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak 2018 lalu melakukan kerja sama dengan lembaga pendidikan Tanoto Foundation. Kerja sama ini digagas oleh Bupati Kukar Edi Damansyah.

Kerja sama dilakukan dalam peningkatan mutu pendidikan di Kukar. Yaitu dengan mengembangkan program Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dengan menyasar Para Kepala Sekolah, guru, pengawas, dan komite sekolah.

Dimulai dengan menerapkan di 24 sekolah di wilayah Kecamatan Tenggarong dan Tenggarong Seberang, dikarenakan anggaran yang terbatas. Setahun berjalan, program tersebut ternyata mampu menjangkau kecamatan-kecamatan lainnya di Kukar.

Dengan merangkul beberapa perusahaan melalui program CSR-nya, guna turut ambil bagian dalam pengembangan kualitas pendidikan di Kukar.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Pemkab Kukar Tulus menuturkan, suksesnya program tersebut tak lepas dari gagasan dan dukungan Bupati Kukar Edi Damansyah. Kata dia, Pemkab Kukar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan penandatanganan kerja sama dengan pihak Tanoto Foundation lewat program Pelita Pendidikan. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah.

“Kerja sama pihak Tanoto Foundation dengan Pemkab Kukar ditandai dengan penandatanganan kesepakatan melalui Memorandum of Understanding( MOU) atau nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Program Pelita Stuart Weston disaksikan Kepala Disdikbud Kukar Hifsi G Fachrannas pada waktu itu,” jelasnya.

Pelatihan tenaga pendidik baik guru maupun kepala sekolah atas kerjasama Pemkab Kukar – Tanoto Foundaton. (Dok. Humas Pemkab Kukar)

Selain Kukar program pelita pendidikan yang diprakarsai Tanoto Foundation pada 2018 tersebut juga dilaksanakan di 14 Kabupaten di 5 provinsi. Yaitu Sumatra Utara, Jateng, Jambi, Riau dan Kalimantan Timur.

“Ternyata dalam satu tahun ini hasilnya luar biasa. Kami mengimbaskan ajaran dari Tanoto ke sekolah lain yang belum masuk dalam perjanjian sebelumnya, yang hanya bermitra dengan 24 sekolah saja “ ujar Tulus.

Dia menyebut, lebih dari 1.200 guru sudah mengikuti pelatihan program tersebut. “Dengan perbaikan yang kami lakukan bisa dikembangkan untuk seluruh sekolah,” ujarnya.

Diharapkan program ini berkontribusi meningkatkan mutu kualitas pendidikan di Kukar. Sebab dalam pelatihan meningkatkan mutu guru, pelatihan tidak hanya persoalan kemampuan SDM, tapi juga harus punya kemampuan meningkatkan daya kreativitas anak.

“Begitu pula halnya Kepsek juga dilatih agar punya kemampuan manajemen di sekolahnya,” tukasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top