ADVERTORIAL

Satu Pemuda Satu Kantung, Pemkab Kutai Kartanegara Gelar Donor Darah di Hari Sumpah Pemuda

Kabag Protokol dan Komunikasi Publik (Prokom) Pemkab Kukar Dafip Harianto tampak antusias saat turut serta menjadi pendonor. (Dok. Humas)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Upaya mendukung ketersediaan stok darah dan menggalang rasa peduli, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan bertajuk Satu Pemuda, Satu Kantung Darah itu juga digelar untuk memperingati Sumpah Pemuda yang jatuh pada Senin (28/10/) lalu.

Atas dukungan Bupati Kukar Edi Damansyah, kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan PMI Kukar. Para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar pun ramai mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut.

Kegiatan digelar di halaman kantor bupati usai upacara bersama memperingati Hari Sumpah Pemuda. Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan mendorong kepedulian sesama dalam mendukung ketersediaan stok darah. Begitu juga untuk mendorong kesadaran pemuda di Kukar dalam peran sertanya di bidang sosial.

“Momen sumpah pemuda ini harapannya juga menjadi momentum membangun kepedulian antar sesama. Refleksi perjuangan pemuda dalam membangun bangsa di masa terdahulu, kita hargai dengan aktuvitas yang bermanfaat seperti ini,” ujar Edi.

“Semoga hasil dari kegiatan donor darah ini bisa menjadi pelecut bagi yang lainnya untuk aktif mendonorkan darah serta terus bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya.

Para peserta lain saat turut menyukseskan kegiatan donor darah tersebut. (Dok. Humas)

Kabag Protokol dan Komunikasi Publik (Prokom) Pemkab Kukar Dafip Harianto turut serta menjadi pendonor. Ia mengatakan, aktivitas mendonorkan darah tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri lantaran mendukung kesehatan badan.

“Donor darah dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonornya. Selain itu kegiatan sosial ini juga sangat bermanfaat karena bisa menyelamatkan jiwa orang lain yang membutuhkan darah,” ujar Dafip.

Lokasi kegiatan donor darah pun begitu ramai dikunjungi para pendonor. Setelah menjalani pemeriksaan kelayakan, ada juga beberapa calon pendonor tidak bisa diambil darahnya karena beberapa faktor, seperti tensi yang tinggi, serta baru mengonsumsi obat. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top