NASIONAL

Sederet Jenderal TNI dan Polisi Bantu Jokowi di Kabinet Indonesia Maju

Jendral TNI dan Polri menduduki posisi menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabunet Indonesia Maju. (Foto: kredit kate.id)

Kate.id – Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) telah melantik jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, bersama wakilnya Mar’uf Amin. Dari 38 menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik, ada sejumlah Jenderal TNI dan Polri yang dipilih Jokowi untuk membantu menjalankan visi dan misinya dalam roda pemerintahan. Berikut nama-nama mereka beserta tugas yang mesti dijalankan:

Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Kemaritiman dan Investasi)

Purnawirawan Jenderal TNI AD ini dipercaya kembali menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman oleh Presiden Jokowi. Dalam kabinet Indonesia Maju, Luhut tak hanya mengurusi soal kemaritiman namun juga soal investasi dalam kapasitasnya sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi.

Luhut mengungkapkan, jika dibandingkan sebelumnya, area kerja kementerian yang ia pimpin akan lebih luas di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. “Menko itu nanti punya kewenangan mengoordinasikan, mengendalikan dan memiliki hak veto terhadap kebijakan kementerian,” ujarnya, usai dilantik.

Kebijakan kementerian yang bisa diveto yakni kebijakan yang bertentangan dengan arah kebijakan yang diambil di tingkat Menko. “Jadi saya pikir peran kami banyak,” kata dia.

Kemenko Kemaritiman dan Investasi disebutnya akan mewadahi sekitar 6 sampai 7 kementerian dalam koordinasi. “Harus lebih kompak. Nanti akan ada penambahan deputi dan ada beberapa kementerian lagi yang masuk di kita. Kalau saya enggak keliru, ada 6-7 kementerian yang ada di sini,” kata dia.

Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan)

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat pelantikan di Istana Negara. (Foto: Rahmat/HumasSetkab)

Menteri dari kalangan militer selanjutnya, Prabowo Subianto. Meski berstatus sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo merupakan purnawirawan Letnan Jenderal TNI AD. Kala itu di TNI AD. Prabowo pernah menjabat Komandan Jendral (Danjen) Kopassus dan Panglima Kostrad. Prabowo bahkan menjadi rival Jokowi dalam Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Kini Prabowo dipercaya Jokowi untuk menjadi Menteri Pertahanan.

Usia dilantik, Prabowo belum dapat membeberkan secara gamblang program apa yang akan ia jalankan. Prabowo meminta waktu untuk terlebih dahulu mempelajari situasi sebelum mulai bekerja.“Saya belajar dahulu situasi terakhir baru kita akan kerja,” kata Prabowo.

Fachrul Razi (Menteri Agama)

Sertijab Lukman Hakim Saifuddin dengan Menag baru, Fachrul Razi. (Foto: Kemenag)

Fachrul Razi adalah menteri yang juga datang dari kalangan TNI AD. Facrul merupakan purnawirawan Jendral TNI AD. Di TNI AD, Fachrul Razi pernah memegang beberapa jabatan. Dari Gubernur Akademi Militer hingga Wakil Panglima TNI. Ia merupakan salah satu pendukung Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 lalu, sebagai Ketua Tim Bravo 5, relawan salah satu organisasi relawan pendukung Jokowi, bentukan Luhut Pandjaitan. Kini dia mengemban tugas sebagai Menteri Agama.

Fachrul menegaskan bahwa dirinya bukanlah menteri agama Islam yang hanya mengurusi agama Islam saja. “Saya kan bukan menteri agama Islam, saya menteri agama Republik Indonesia yang di dalamnya ada 5 agama,” kata Fachrul seusai dilantik di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Fachrul pun mengakui meski ia tidak berlatar belakang pendidikan agama Islam, ia kerap menjadi khatib dalam ibadah. Pesan yang sering disampaikan yaitu perdamaian dan menangkal radikalisme. “Tapi setiap ceramah saya temanya tidak lain Islam yang damai, kedua toleransi, ketiga bagaimana memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Itu saja tema-tema saya,” tambah Fachrul.

Fachrul juga bertekad untuk menjaga komunikasi dengan para kiai maupun pemuka agama lainnya. Termasuk ormas keagamaan. “Kami komunikasi dengan organisasi, dengan NU, Muhammadiyah, majelis ulama dan saya dibantu banyak dengan teman-teman di kementerian,” tutur Fachrul.

dr Terawan Agus Putranto (Menteri Kesehatan)

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Dok. Istimewa)

dr Terawan sebelumnya menjabat Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Dia merupakan dokter tentara. Jabatan terakhirnya di TNI adalah Mayor Jendral. Dr Terawan pernah populer karena memperkenalkan metode pengobatan cuci otak. Ia kini dipercaya Jokowi mengisi pos Menteri Kesehatan. Ia pun harus mengundurkan diri dari TNI untuk jabatan barunya ini.

Usai dilantik oleh Presiden Jokowi, ia merasa bersyukur karena telah dipilih oleh Presiden. Ia belum bisa menyebutkan program apa yang akan dijalankannya, karena baru akan mengadakan rapat dengan jajaran Kementerian Kesehatan untuk melihat permasalahan dan mencari solusinya.

“Rapat dulu untuk melihat apa permasalahannya dan apa yang bisa dicapai, apa yang harus kami lakukan. Harus rapatkan dulu,” ujar Menkes Terawan sebelum menghadiri syukuran di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, dilansir Tempo.

Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri)

Sertijab Tjahjo Kumolo dengan Mendagri yang baru Tito Karnavian (Foto: Humas Kemendagri)

Tak hanya dari kalangan Jenderal TNI, kabinet baru Jokowi juga diisi oleh kalangan Jenderal Polri. Adalah Tito Karnavian, yang ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Tito sebelumnya menjabat Kapolri. Namun kini Tito sudah resmi mengundurkan diri dari Polri. Pangkat terakhirnya adalah jenderal polisi.

Usai dilantik, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, akan mulai fokus bekerja mulai pekan depan. Karena ia akan fokus lebih dulu mendampingi Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Papua.

Baginya, tugas sebagai Mendagri sebuah pengalaman baru. Berbeda dengan tugasnya dulu dikepolisian. Dia mengatakan akan memimpin Kemendagri dengan pendekatan berbeda dibandingkan kepemimpinannya di kepolisian dulu.

“Baru minggu depan kita baru mulai mengenal lebih dalam tugas masing-masing, kemudian saya cari format yang tepat,” kata Tito dalam sambutannya di acara serah terima jabatan Mendagri di Jakarta.

Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan)

Kepala KSP Moeldoko saat dilantik di Istana Merdeka. (Foto: Setkab)

Jenderal selanjutnya ada nama Moeldoko. Mantan Panglima TNI era Presiden SBY ini kembali dipercaya menjabat Kepala Staf Kepresidenan. Moeldoko merupakan salah satu orang di kabinet yang berasal dari kalangan TNI AD. Di TNI AD, Moeldoko juga pernah menjabat KSAD. Pangkat terakhirnya adalah Jenderal TNI.

Di Kabinet Indonesia Maju ini, Moeldoko mengatakan, akan memperkuat kelembagaan di Kantor Staf Presiden. “Kantor Staf Presiden yang baru namanya tetap KSP dan berikutnya yang kedua nanti saya minta ada perubahan-perubahan sedikit, misinya ada tambahan,” kata Moeldoko ditemui usai pelantikannya sebagai KSP di Istana Negara, Jakarta pada Rabu.

Moeldoko pun mengamini banyaknya mantan jenderal yang masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju. Dia menilai saat ini tidak ada lagi dikotomi antara militer ataupun sipil untuk mengisi jabatan dalam pemerintahan. Hal itu bisa dilakukan, tambah Moeldoko, karena para pejabat itu telah pensiun dari lembaga militer. “Yang penting adalah nanti kinerjanya bisa dilihat seperti apa,” kata Moeldoko. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top