HUKUM & KRIMINAL

Cegah Virus Demam Babi Afrika, Komoditas Impor Ilegal di Balikpapan Dimusnahkan

Balai Karantina Pertanian Balikpapan memusnahkan komoditas impor ilegal. (Foto: HO Karantina Balikpapan)

BALIKPAPAN, Kate.id – Balai Karantina Pertanian Balikpapan memusnahkan komoditas pertanian impor ilegal yang masuk melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kaltim. Pemusnahan ini dilakukan karena tidak memenuhi persyaratan dan prosedur karantina yang telah ditetapkan untuk masuk ke wilayah Indonesia. Selain itu sebagai langkah strategis mencegah masuknya African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika ke Indonesia.

Komoditas impor ilegal yang berhasil diamankan bervariasi. Mulai dari tanaman, buah- buahan hingga daging babi dengan berat total hampir 60 kilogram. Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman menjelaskan, komoditas pertanian ini tidak layak karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal. Hal ini sesuai dengan UU No. 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

“Yang kami musnahkan antara lain kategori benih tanaman sayuran, buah, dan hasil tanaman hidup dengan jumlah 58,8 kg yang berasal dari Singapura, Australia, Tiongkok, Malaysia, India dan Thailand. Adapun daging babi olahan sebanyak 1,5 kg yang berasal dari Singapura,” papar Abdul Rahman di Kantor Karantina Pertanian Balikpapan, Kamis (24/10/2019).

Komoditas ilegal yang dimusnahkan. (HO Balai Karantina Pertanian Balikpapan)

Menurutnya, langkah ini pemusnahan ini untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati Indonesia, agar tetap lestari dari masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) serta Organisme Penggangu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Terlebih lagi, kata dia, saat ini sedang mewabah penyakit ASF di Afrika, Eropa, dan Asia. Penyakit yang menyerang babi dan bersifat zoonosis atau menular ke manusia ini, bahkan telah menyebar ke negara tetangga, Timor Leste. “Masuknya virus penyebab ASF dapat berasal dari produk olahan babi yang terkontaminasi,” ujarnya. 

Untuk itu, Abdul Rahman menghimbau pentingnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lapor karantina saat membawa komoditas pertanian untuk berpartisipasi lindungi Indonesia. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top