POLITIK

Fachrul Razi Jadi Menteri Agama, Banyak Kiai Kecewa

Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Kate.id – Penunjukan Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag) menuai kontroversi. Lantaran disebut banyak kiai dari Nahdlatul Ulama (NU) kecewa karena pemilihan tersebut. Hal ini diungkapkan Ketua PBNU Robikin Emhas. Robikin mengungkapkan, dia dan pengurus PBNU lainnya banyak menerima pertanyaan dari para kiai terkait Menag.

“Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” ungkap Robikin di Jakarta, Rabu (23/10/2019), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menurut Robikin, para kiai paham Kementerian Agama (Kemenag) harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Namun, para kiai tidak habis mengerti terhadap pilihan yang ada.

Robikin mengatakan, para kiai sudah lama merisaukan fenomena terjadinya pendangkalan pemahaman agama yang ditandai merebaknya sikap intoleran, bahkan sikap ekstrem dengan mengatasnamakan agama. “Semua di luar kelompoknya, kafir dan halal darahnya. Teror adalah ujung pemahaman keagamaan yang keliru seperti ini,” kata Robikin.

Karena kondisi dan daya rusak yang diakibatkan, lanjut Robikin, secara kelembagaan jauh waktu NU tegas mengingatkan bahaya radikalisme itu. “Bahkan NU menyatakan Indonesia sudah kategori darurat radikalisme, di samping darurat narkoba dan LGBT,” ujarnya.

Sementara itu Fachrul Razi menebak alasan penunjukannya sebagai menag dalam Kabinet Indonesia Maju. Salah satunya adalah aktivitas ceramah dia mengenai Islam yang damai dan toleransi.

“Kalau saya mencoba, apa sih (alasan) Pak Jokowi, kenapa dia pilih saya. Saya mencoba-coba tebakan. Tebakan saya begini, dia melihat Pak Facrul ini sudah mendalami agama meski bukan kiai, juga khotbah di mana-mana, ceramah di mana-mana dan setiap ceramahnya enggak jauh tentang Islam yang damai, tentang toleransi, tentang persatuan dan kesatuan,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, setelah dilantik menjadi menag.

Pria berdarah Aceh itu pun menduga-duga bahwa ceramahnya di banyak tempat soal cara menangkal radikalisme mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo. Selain itu, menurut Fachrul Razi, pengalamannya di bidang militer menjadi pertimbangan Presiden dalam menunjuk dia sebagai menteri agama.

“Pak Jokowi melihat Pak Fachrul ini pengalamannya banyak di bidang militer dan macam-macam. Dan dia juga sangat bisa melaksanakan yang tadi-tadi itu soal agama,” kata Fachrul, yang menjabat sebagai Wakil Panglima TNI pada masa Presiden Abdurrahman Wahid.

Menurut pria kelahiran 26 Juli 1947 itu, saat ini tantangan dalam hal keagamaan dan kerukunan adalah adanya penafsiran ajaran agama menggunakan cara yang keliru. “Agama Islam kan yang mengajak damai, rahmatan lil alamin, kalau enggak bawa rahmah dan membawa mudarat pasti salah menafsirkan,” katanya.

Fachrul semula berpikir ia akan menempati posisi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dan Mahfud MD yang menempati posisi Menag. Mengingat selama ini jabatan Menko Polhukam selalu dijabat oleh militer.

“Isu-isu kan saya ada Menkopolhukam, tapi dengan keputusan ini, Pak Jokowi punya ide lain,” tambahnya. Kendati demikian Fachrul menegaskan bahwa dia akan berusaha semaksimal mungkin membantu Presiden untuk memajukan bangsa. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top