METROPOLIS

Pindahkan Pusat Pemerintahan Samarinda, Tiga Lokasi Disiapkan untuk Dipilih Wali Kota

Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin saat memberikan arahan dalam Rakor Percepatan Pemindahan Pusat Pemerintahan Kota Samarinda. (Foto: Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA, Kate.id – Tiga lokasi disiapkan untuk pemindahan pusat pemerintahan Kota Samarinda. Hal ini diungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pemindahan Pusat Pemerintahan Kota Samarinda yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Senin (21/10/2019) di Ruang Rapat Sekda Lantai III Balai Kota Samarinda.

Rakor ini digelar untuk menindaklanjuti rencana Pemindahan Pusat Pemerintahan Kota Samarinda yang tertunda karena kajiannya sudah dilakukan lima tahun yang lalu. “Sebenarnya kajian rencana Pemindahan Pusat Pemerintahan Kota Samarinda sudah 5 tahun yang lalu dan sudah masuk dalam RPJP Kota Samarinda. Oleh karena itu, saya mengambil inisiatif untuk membentuk tim percepatan ini dan langsung saya ketuai,” terang Sugeng dalam siaran pers Humas Pemkot Samarinda.

Rencana perpindahan ini juga sejalan dengan perpindahan Ibu Kota Negara ke Penajam. Untuk Samarinda sendiri perpindahan ini juga bisa memecah kemacetan di tengah kota yang semakin berkembang pesat. Menurutnya kondisi Balai Kota sekarang sekira 7,3 hektare juga dirasa sudah terlalu kompleks. Baik parkiran yang semakin tidak bisa tertampung ditambah masalah lainnya.

“Meski nanti kita sudah pindah, kami mengharap Balai Kota ini juga masih milik Pemkot Samarinda dengan peruntukan RTH Hutan Kota. Balai Kota ini juga diusulkan bisa menjadi cagar budaya, juga difungsikan sebagai museum, bisa juga sebagai ruang pameran baik UKM dan sebagainya. Itu beberapa rencana kami ke depan,” ujar Sugeng.

Ke depannya tim ini akan terus berkomunikasi melalui diskusi-diskusi. Baik dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga narasumber tenaga ahli dari nasional. “Output dari tim ini adalah telaah dari Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, untuk memilih 3 kriteria dengan pertimbangan-pertimbangan teknokrasi, baik dari sisi kontur tanah, sisi hukum dan lainnya,” sebutnya.

“Pada 2020 kami ingin sudah ada masterplan seperti penyiapan lahan pembangunan infrastruktur dan pendukung lainnya. Sehingga pada tahun 2021 kita sudah mulai pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur. Pada 2022 secara bertahap sudah bisa dilakukan, sehingga begitu ibu kota pindah ke Penajam kita juga pindah. Supaya kelihatan nuansa ibu kotanya,” jelas Sugeng.

Adapun tiga pilihan lokasi yang nantinya akan dipilih oleh Wali Kota Samarinda yaitu Kelurahan Simpang Pasir di Kecamatan Palaran, Kelurahan Makroman di Kecamatan Sambutan, dan Kelurahan Sungai Siring di Kecamatan Samarinda Utara. “Dalam tim ini kapasitas kita bukan untuk memilih dan menentukan lokasi perpindahan. Karena Bapak Wali Kota sendiri yang akan memilih,” kata Sugeng.

“Permintaan Pak Wali ingin nanti suatu kawasan ada rumah-rumah adat seperti di Banjarmasin. Tim ini fokus untuk mendalami 3 lokasi tersebut plus minusnya mulai dari topografi, kondisi tanah, air, dan lainnya. Yang tidak kalah penting dalam menyusun masterplan. Nantinya bikin kanal banjir yang mengelilingi pusat pemerintahan, sehingga arah airnyanya langsung dibuang ke Sungai Tempurung,” lanjutnya.

Adapun yang masuk dalam tim Percepatan Pemindahan Pusat Pemerintahan Kota Samarinda adalah Kepala OPD terkait dibantu Pokja Tim Perencana, Pokja Tim Teknis Pelaksana. Rakor itu sendiri dihadiri Asisten III, Kepala Bappeda, Kepala Pertanahan, Sekretaris Diskominfo, Sekretaris PUPR, mewakili BPBD, Perkim, DLH, Dishub, Hukum, Sekretaris Bappeda, Kabid Praswil Bappeda. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top