POLITIK

Pemberhentian Tito sebagai Kapolri Disetujui, Jokowi Sebut Nama Ari Dono

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) berbincang dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan). (Foto: Antara Foto/ Wahyu Putro A)

JAKARTA, Kate.id – Jenderal Polisi Tito Karnavian diperkirakan bakal menduduki posisi strategis di pemerintahan. Hal ini berangkat dari usulan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada DPR RI untuk memberhentikan Tito sebagai Kapolri. DPR RI sendiri dalam rapat paripurna Selasa (22/10/2019) menyetujui usulan pemberhentian tersebut.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, alasan pengunduran diri tersebut karena yang bersangkutan akan mengemban tugas negara dan pemerintahan lainnya. Permintaan pengunduran diri tersebut sesuai surat Presiden nomor R51 tanggal 21 Oktober 2019 perihal permintaan pemberhentian Kapolri.

“Sesuai dengan ketentuan ayat 1 dan 2 UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian RI, dinyatakan bahwa ayat 1 Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR,” ujarnya. Pasal 2 UU Kepolisian menyebutkan bahwa usul pengangkatan Kapolri diajukan Presiden kepada DPR beserta alasannya.

Lebih lanjut Puan menyebut, dalam surat usulan presiden turut disampaikan nama Komjen Ari Dono sebagai Pelaksana Tugas Kapolri. “Presiden sudah disampaikan yang akan menjadi Pelaksana Tugas adalah Wakapolri Ari Dono sampai ditentukan lagi siapa pengganti Kapolri,” kata Puan.

Dia menjelaskan, Pimpinan DPR baru menerima Surat Presiden terkait pemberhentian Tito sebagai Kapolri pada Selasa siang, mengingat Tito akan ditugaskan memangku jabatan lain di pemerintahan. Menurut dia, karena tidak boleh rangkap jabatan dan agar maksimal menjalankan tugasnya, maka Presiden menyampaikan surat terkait penugasan lain kepada Tito.

“Dan tentu saja surat pengunduran diri dari Tito yang menyatakan beliau meminta mengundurkan diri sebagai anggota Polri dan sebagai Kapolri,” sambung Puan.

Putri Megawati Soekarnoputri itu mengaku sempat menerima kedatangan Tito sebelum rapat paripurna. Dalam pertemuan itu, Tito menyampaikan telah diberikan amanah baru di pemerintahan. Namun Puan enggan mengungkapkan posisi baru yang akan diemban Tito, karena akan diumumkan Presiden Jokowi pada Rabu (23/10/2019). (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top