POLITIK

Mereka Para Calon Menteri di Kabinet Jokowi- Mar’uf Amin

Para tokoh, politisi dan pengusaha yang diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara (Kredit: Kate.id)

JAKARTA, Kate.id – Usai dilantik Minggu (20/10), Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sibuk menyusun nama-nama kabinet. Kabinet Indonesia Kerja jilid II dalam pemerintahan Jokowi.

Senin (21/10), Jokowi memanggil beberapa nama tokoh, politisi hingga pengusaha ke Istana Negara Jakarta untuk interview mengisi posisi menteri. Seperti, Mahfud MD, Nadiem Makarim, Erick Thohir, Wishnutama, Airlangga Hartarto, hingga Prabowo Subianto. Mereka disebut akan mengisi pos-pos menteri kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin.

Mahfud MD

Mahfud MD di Istana Negara saat dipanggil Presiden Jokowi (Foto:

Menyandang jabatan terakhir sebagai Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD tidak menampik jika dirinya akan menjadi salah satu menteri di kabinet periode 2019-2024. Namun, diakui Mahfud, saat diskusi sekitar setengah jam, Presiden Jokowi tidak menyebut secara spesifik posisi menteri apa yang akan ditempatnya nanti. 

“Intinya saya diminta membantu beliau menjadi salah seorang menteri,” kata Mahfud MD kepada wartawan usai keluar dari Istana Kepresidenan.

Hanya saja, Presiden Jokowi diungkap Mahfud, mengajaknya berdiskusi soal pembenahan hukum, masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia, upaya radikalisme dan masalah politik. “Bisa Jaksa Agung, bisa Menteri Hukum, bisa Menteri Agama, bisa di politik. Saya percaya Bapak Presiden mengetahui latar belakang saya” ucapnya.

Nadiem Makarim

Nadiem Makarim diwawancarai awak media usai dipanggil Jokowi di Istana Negara (Foto: Setkab)

CEO dan Pendiri Gojek, Nadiem Makarim, datang ke Istana Negara, Senin (21/10). Ia mengaku bersiap mengisi posisi salahsatu menteri di kabinet Pemerintahan Presiden Jokowi. Bentuk kesiapannya, Nadiem mengaku telah mengundurkan dari perusahaan Start Up yang didirikannya itu.

Nadiem dalam kesempatan itu juga menyatakan dirinya ditawari untuk mengisi posisi salah satu menteri di kabinet mendatang. “Ini merupakan kehormatan yang luar biasa bagi saya. Saya merasa senang jadi orang Indonesia saat ini,” kata Nadiem.

Soal posisi apa kementerian apa yang ditawarkan kepadanya, Nadiem mengatakan, nanti akan diumumkan sendiri oleh Presiden Jokowi. Namun Nadiem sedikit membocorkan diskusinya dengan Presiden Jokowi. Nadiem mengaku mendiskusikan visi misi Presiden. “Mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), informasi birokrasi, peningkatan investasi, dan lain-lain,” terang Nadiem.

Airlangga Hartarto

Ketua Umum Partai Golkar usai dipanggil Jokowi di Istana Negara (Fot: Setkab)

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, memenuhi panggilan Presiden Jokowi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10) siang. Airlangga mengaku diajak Presiden Jokowi mendiskusikan mengenai kondisi perekonomian terkait dengan defisit neraca perdagangan hingga pengembangan kawasan ekonomi. “Nah tentu salah satunya dari berbagai produk yang bisa menurunkan impor nonmigas,” kata Airlangga.

Dari pemaparannya, Airlangga menjurus bakal mengisi Menko Perekonomian pada kabinet 2019-2024. Sebelumnya ia telah menjabat Menteri Perindustrian di kabinet Jokowi. Namun, Airlangga tak menyebutkan secara gamblang. Ia meminta publik bersabar menunggu pengumuman langsung dari Presiden Jokowi. “Insyaallah nanti diumumkannya hari Rabu besok,” tegas Airlangga.

Fadjroel Rahman

Komisaris Utama Adhi Karya Fadjroel Rahman usai dipanggil Jokowi di Istana Negara. (Foto: Setkab)

Fadjroel Rahman saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Adhi Karya. Ia datang ke Istana negara didampingi Pratikno. Diakui Fadjroel, ada tugas yang memang disampaikan oleh Presiden Jokowi kepadanya. Tetapi mengenai bentuk tugasnya, ia enggan membeberkannya. Kata dia, penugasannya akan disampaikan secara langsung oleh Presiden. Namun ia memastikan, bersedia menerima apapun penugasan yang diberikan Presiden kepadanya untuk membantu negara ini.

Terima kasih saya sudah diberi kesempatan untuk mengabdi lebih besar dalam tugas yang lebih besar kepada negara ini. Mudah-mudahan saya bisa bekerja keras dan juga bekerja cerdas sehingga semua yang dibebankan kepada saya itu bisa saya selesaikan sebaik-baiknya,” ucap Fadjroel.

Lebih baik saya tidak mendahului apa yang akan disampaikan oleh Presiden, saya pikir itu yang bisa saya sampaikan ya,” tambahnya. Mengenai jabatannya sebagai Komisaris Utama Adhi Karya, Fadjroel siap dengan segala konsekuensinya sesuai aturan yang berlaku.

Erick Thohir

Pengusaha Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pengusaha dan pendiri Grup Mahaka Erick Thohir menjadi salahsatu orang yang dipanggil Jokowi ke Istana Negara. Erick mengaku diminta untuk membantu Presiden Jokowi dalam pemerintahannya kedepan.

Sebagai pebisnis, Erick tidak pernah berpikir untuk berkecimpung di pemerintahan. Namun dengan pemikiran Presiden Jokowi yang positif dan prorakyat, ia siap terjun di pemerintahan.

“Dengan segala kerendahan hati, background saya swasta, sama seperti Nadiem Makarim dan Wishnutama, tidak pernah berkecimpung di pemerintahan,” katanya.

“Tapi beliau (Presiden Jokowi) memaparkan pemikiran beliau yang saya rasa kita semua wajib membantu dan ini sesuai pidato kemarin, ini buat rakyatlah,” tambahnya.

Mengenai menteri apa yang dipercayakan kepadanya, Erick mengatakan biar Presiden Jokowi yang mengumumkan. “Kalau saya melihatnya jabatan ini bukan sesuatu yang euforia, tapi amanah yang menurut saya sangat berat untuk dijalankan,” ucapnya.

Wishnutama Kusubandio

Wishnutama Kusubandio (Foto istimewa)

Komisaris Utama Net Mediatama, Wishnutama Kusubandio telah bertemu Presiden Joko Widodod di Istana Negara. Presiden memintanya untuk membantu pemerintahan ke depan. Ia mengaku diminta oleh Presiden Joko Widodo sebagai menteri yang mengurusi sektor kreatif maupun peningkatan pemasukan negara. “Kira-kira untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia, lalu juga meningkatkan devisa,” kata Wishnutama di halaman Istana Negara.

Kendati demikian Wishnutama menerima apapun keputusan Presiden untuk posisi menteri yang ditawarkan kepadanya. “Ya walaupun saya tak bercita-cita jadi menteri, tapi untuk sebuah kebaikan bangsa kita, saya bersedia,” katanya.

Wishnutama menjelaskan pembahasannya bersama Presiden antara lain tentang upaya meningkatkan kreativitas bangsa sehingga mampu bersaing di kancah global.

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo

Prabowo Subianto dan Edh Prabowo usai menemui Presiden di Istana Negara. (Foto: Setkab)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo, memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10) sore.

Mantan rival Jokowi di Pilpres lalu ini menjelaskan, dirinya bersama Edhy Prabowo diminta untuk memperkuat kabinet beliau. “Saya sudah sampaikan keputusan kami dari partai Gerindra, apabila diminta kami siap membantu, dan hari ini resmi diminta dan kami sudah sanggupi untuk membantu,” kata Prabowo kepada wartawan.

Mengenai posisi yang ditawarkan kepadanya, mantan Danjen Kopassus itu mengatakan, Presiden Jokowi telah mengizinkan kepadanya untuk menyampaikan, bahwa dirinya diminta membantu di bidang pertahanan.

“Jadi tadi beliau memberi beberapa pengarahan, dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran-sasaran dan harapan-harapan yang ditentukan,” ucap Prabowo seraya menambahkan, demikian juga halnya dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Gerindra disebut mendapatkan jatah 2 kursi menteri.

Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin berencana bakal mengumumkan nama- nama menteri dalam kabinetnya pada Rabu 23 Oktober 2019 mendatang. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top