POLITIK

Delapan Fraksi Berebut Kursi Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD Kaltim

Ilustrasi Gedung Utama Paripurna DPRD Kaltim. (Dok. kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Sudah lebih dari 40 hari dilantik, DPRD Kaltim hingga kini belum juga menetapkan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Meski pimpinan definitif DPRD Kaltim sudah terbentuk sejak 1 Oktober lalu. Padahal AKD menjadi bagian terpenting dalam menjalankan tugas-tugas dan fungsi kedewanan.

AKD terdiri dari komisi dan badan. Di DPRD Kaltim, ada empat komisi dan empat badan. Komisi I yang membidangi Pemerintahan & HAM, Komisi II yang membidangi Keuangan dan Perekonomian, Komisi III yang membidangi Pembangunan, dan Komisi IV yang membidangi Kesejahteraan Rakyat. Untuk badan, ada Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Badan Kehormatan (BK), Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Anggaran (Banggar).

BACA JUGA: Makmur HAPK Resmi Pimpin DPRD Kaltim 2019-2024

Untuk dua badan terakhir, Banmus dan Banggar, pimpinannya menjadi hak otomatis unsur pimpinan DPRD Kaltim, Ketua dan tiga Wakil Ketua DPRD Kaltim. Sedangkan pimpinan komisi dan badan lainnya inilah AKD yang masih diperebutkan mengisi struktur pimpinan oleh 8 fraksi di DPRD Kaltim. Mulai dari Ketua, Wakil Ketua hingga Sekretaris Komisi dan Badan. Termasuk pembagian jatah anggotanya.

Tanpa penetapan kelengkapan AKD tersebut, 55 anggota DPRD Kaltim belum bisa bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsinya kepada masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kaltim F-PAN, Sigit Wibowo (sandy/Kate.id)

Wakil Ketua DPRD Kaltim dari F-PAN, Sigit Wibowo menyatakan, pimpinan dewan tengah menyusun AKD tersebut. Saat ini, masih dalam tahap penyempurnaan susunan pimpinan dan anggota komisi dan badan, atas usulan dari masing-masing fraksi. “Karena kami menyusun asas kebersamaan dengan musyawarah mufakat. Tidak pakai voting-votingan,” ucap wakil rakyat dapil Balikpapan ini.

Sigit mengakui porsi pembagian pimpinan AKD sudah ditetapkan berdasarkan usulan dari pimpinan partai-partai politik. Dengan sistem kolektif kolegial, mengedepankan semangat kebersamaan. Hanya saja, kata dia, masih terjadi dinamika di internal fraksi berkaitan dengan nama yang akan mengisi unsur pimpinan AKD tersebut.

“Kami (pimpinan) masih menunggu F-Golkar dan F-PDIP untuk penempatan posisi orang- orangnya yang mau didudukkan disitu (pimpinan AKD),” ucap Sigit.

BACA JUGA: Termuda, Mahasiswa Unibraw Ini Resmi Jadi Anggota DPRD Kaltim

Ia menjelaskan, pembagian AKD meliputi dari unsur pimpinan Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota di komisi dan badan. Dengan format tersebut, artinya ada 18 kursi jatah pimpinan dari 4 komisi dan 2 badan. Jumlah tersebut yang akan dibagi secara proporsional dengan musyawarah mufakat kepada seluruh fraksi.

“Pimpinan sepakat, akan melibatkan semua. Kalau ada yang tidak dapat, nanti kita akan mengurangi porsinya (yang sudah ada) untuk memasukkan yang belum,” jelasnya.

F-PAN sendiri diakui, mendapat posisi Ketua BapemPerda. “Soal nama-namanya, nanti akan diumumkan oleh fraksinya masing-masing. Hingga saat ini belum semua fraksi menyetorkan nama-nama ke pimpinan,” ucapnya.

Ketua Komisi Milik PKB, PDIP, Golkar dan PPP

Ketua F-PKB DPRD Kaltim, Syafruddin (Foto: Facebook/Syafruddin PKB)

Pembagian jatah ketua pimpinan AKD ternyata sudah terbentuk formatnya. Berdasarkan informasi yang diterima Kate.id, Ketua Komisi I menjadi milik F-PKB. Sedangkan untuk Ketua Komisi II milik F-PDIP. Ketua Komisi III jatah F-Golkar dan Komisi IV milik F-PPP. Sementara untuk BapemPerda ketuanya akan diisi dari F-PAN dan ketua BK dari F-Gerindra.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua F-PKB DPRD Kaltim, Syafruddin. Kata dia, ketua AKD sudah terbentuk, tinggal ditetapkan saja dalam rapat paripurna. “Untuk ketua Komisi I dijabat dari Fraksi PKB,” ucap, Udin, sapaan akrabnya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Kaltim Dilantik, Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

Syafruddin sendiri merasa sudah cukup puas dengan pembagian porsi AKD tersebut. “Dengan posisi yang ada, kami akan memaksimalkan peran anggota DPRD dari Fraksi PKB, biar bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kaltim ke depannya,” ujarnya.

Dalam penyusunan tersebut, tampaknya belum mewakili seluruh fraksi di DPRD Kaltim. Sebab, F-PKS dan F-Demokrat-Nasdem tidak masuk dalam format pimpinan komisi dan Badan tersebut.

Ketua F- Demokrat/Nasdem Puji Setyowati (Foto: Sandy/Kate.id)

Menanggapi ini, Ketua F-Demokrat-Nasdem Puji Setyowati menyatakan, format pimpinan AKD tersebut masih sebuah rancangan sepihak. Sebab ia mengaku belum pernah dilibatkan dalam pembahasan AKD tersebut. Puji menilai formasi AKD tersebut belum mewakili semua fraksi. Dengan kata lain rancangan itu masih berupa rancangan yang belum definitif.

“Karena bagaimanapun ini di komisi dan badan penjabaran dari fraksi-fraksi yang mewakili partai masing-masing. Sehingga seharusnya semua fraksi itu ada di pimpinan badan maupun komisi,” beber, wakil rakyat dapil Kota Samarinda ini.

BACA JUGA: Soal Ibu Kota Negara, DPRD Kaltim Minta Jangan Sampai Jadi Penonton di Rumah Sendiri

Untuk itu Puji mengaku akan memperjuangkan fraksinya agar dapat mengisi unsur pimpinan AKD. “Kami kan ada 5 kursi. Paling enggak ya (pimpinan) komisi pasti ada. Kalau komisi berapa nanti tunggu saja,” ucap istri dari Walikota Samarinda Syaharie Jaang tersebut. Puji mengaku fraksinya berharap dapat pimpinan di Komisi IV.

Tak Ada Dominasi, Merangkul Semua

Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK (Foto: Sandy/kate.id)

Rapat pimpinan membahas AKD baru berlangsung, Senin (14/10/2019). Empat pimpinan dan seluruh pimpinan delapan fraksi DPRD Kaltim duduk bersama, membahas format AKD. Pembahasan baru dilakukan setelah sebelumnya menyelesaikan pembahasan pokja Tatib, internal dan eksternal.

Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK menjamin, pembagian AKD akan proporsional. Tidak ada yang mendominasi. Tapi akan mengakomodasi seluruh fraksi.

“Semua (fraksi) kami tampung. Teman- teman dari fraksi semuanya akan dimasukkan. Tidak ada yang mendominasi, semua sama. Karena bagaimanapun juga, keputusan yang keluar dari Karang Paci (DPRD Kaltim) ini nantinya kan keputusan bersama, bukan keputusan kelompok atau partai,” terangnya.

BACA JUGA: Gelar Aksi Jilid, Mahasiswa Kaltim Ditembak Gas Air Mata

Politikus Partai Golkar ini menyanggah jika belum tuntasnya AKD ini karena pembahasan di internal fraksi ada yang alot. “Tidak ada yang alot. Kita semua bersinergi,” ucapnya

Makmur menjamin dalam waktu dekat AKD akan diparipurnakan untuk disahkan. Ia menargetkan dalam pekan ini. “Ini lagi kita mantapkan lagi, kita susun berapa jumlahnya (pembagiannya) bersama-sama semua fraksi. Satu dua hari ini, Insya Allah selesai, mudah-mudahan” tegasnya.

“Karena ini penting, kami tidak bisa bekerja kalau itu tidak selesai. Bagaimana kami menampung aspirasi masyarakat, rapat-rapat. Bahkan sudah banyak surat masuk ke kami untuk dibahas. Masalah BBM, tanah, hingga Ibu Kota Negara,” tambahnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top