NASIONAL

Hujan Batu di Purwakarta Hancurkan Rumah dan Sekolah

Sebuah batu besar tampak menimpa bangunan rumah warga. (Foto: istimewa)

PURWAKARTA, Kate.id – Kampung Cihandeuleum yang berada di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar) dihujani batu-batu raksasa pada Selasa (8/10/2019). Akibatnya, tujuh rumah warga dan satu bangunan sekolah di kampung tersebut rusak parah. Video detik-detik hujan batu itu pun viral beredar di media sosial.

Dilansir dari Detik, hujan batu ini diduga kuat terjadi lantaran dampak ledakan dinamit atau blasting yang dilakukan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) selaku perusahaan tambang batu di lokasi tersebut. Kepala Desa Sukamulya Dedy Supriyadi mengatakan, hujan batu akibat adanya ledakan di lokasi pertambangan. Jika biasanya proses ledakan batu dilakukan sebanyak tiga kali, namun saat ledakan kedua batu raksasa sudah terlempar dari atas dan mengenai permukiman.

“Ada peledakan dari PT MSS perusahaan tambang batu. Harusnya tiga kali peledakan. Dua kali peledakan ada kejadian batu menggelinding karena getaran dari peledakan itu,” ujar Dedy.

Meski telah merusak tujuh rumah dan satu sekolah, namun dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Yang parah tiga rumah dan satu sekolah tertimpa batu segede rumah. Alhamdulillah korban tidak ada,” sebut Dedy.

Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, dugaan sementara telah terjadi kesalahan prosedur dalam ledakan tambang yang dilakukan PT MSS. Selain memeriksa lokasi kejadian, polisi memeriksa sejumlah saksi, mulai saksi mata dari warga hingga pihak perusahaan tambang PT MSS.

“Sejak kemarin kejadian kami langsung melakukan penyelidikan. Sampai saat ini dugaan kami adalah pihak perusahaan tidak menggunakan SOP (standar operasional prosedur) peledakan,” ujar AKP Handreas Ardian selaku Kasatreskrim Polres Purwakarta, Rabu (9/10/2019).

Pihaknya saat ini sudah memeriksa tiga orang dari pihak perusahaan tambang tersebut. Yaitu juru ledak, bawahannya, dan satu orang bagian operasional. Tidak tertutup kemungkinan masih banyak pekerja dari pihak perusahaan yang akan diperiksa. Hal ini guna mengungkap penyebab pasti kejadian ini.

“Untuk menetapkan tersangka, kami masih melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Sementara itu, PT MSS membersihkan area rumah warga yang hancur tertimpa batu besar. Pihak perusahaan menyatakan siap bertanggung jawab menanggung perbaikan rumah warga yang rusak.

SUDAH DIPREDIKSI TNI

Peristiwa hujan batu ini rupanya ini pun sudah diprediksikan oleh Personel TNI dari Satgas Citarum Harum Sektor 13. Mereka melihat tanda-tanda akan adanya pergerakan bebatuan dikarenakan aktivitas pertambangan menggunakan peledak tersebut.

Satgas Citarum Harum Sektor 13 sempat melakukan sidak ke lokasi tambang. Di sekitar lokasi terdapat Sungai Cibuluh yang kondisinya kini keruh dan dangkal. Hal ini diduga dampak dari limbah pertambangan. Pasiops Sektor 13 Kapten Inf Bayu Danu menjelaskan, peristiwa jatuhnya batu bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pun sudah terjadi namun masih relatif aman.

Dalam pengecekan usai terjadinya bencana tersebut, Bayu mengatakan saat kejadian para pemilik rumah sedang bekerja. Ditambah lagi terdapat sirene di wilayah tersebut sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

“Saat kejadian para pemilik rumah sedang bekerja dan untungnya di wilayah tersebut ada alarm atau sirene sehingga saat tanda bahaya berbunyi warga pergi menghindar meninggalkan rumahnya masing-masing untuk menyelamatkan diri,” bebernya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top