EKONOMI & BISNIS

Produksi Migas Nasional Masih Defisit, Konsumsi Jauh di Atas Produksi

ilustrasi eksplorasi migas.

MAKASSAR, Kate.id – Produksi minyak dan gas (Migas) Indonesia secara nasional masih mengalami defisit. Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan-Sulawesi Syaifuddin mengatakan, produksi minyak dan gas (migas) secara nasional rata-rata hanya 1,6 juta barel per hari.

“Kebutuhan konsumsi kita masih jauh di atas produksi, sehingga posisinya menjadi minus, karena supply and demand yang tidak berimbang,” ungkap Syaifuddin pada pembukaan “Edukasi dan Media Gathering” Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2019″ di Makassar, Selasa (8/10/2019).

Karena itu, menurut dia perlu dilakukan eksplorasi migas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, baik publik maupun industri. Hanya saja, sambung Syaifudin, dalam operasional di lapangan membutuhkan masukan atau kritikan yang bertujuan memperbaiki kinerja industri di lapangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat neraca dagang Indonesia surplus USD 85 juta pada Agustus 2019. Angka tersebut terdiri dari ekspor sebesar USD 14,28 miliar dan impor USD 14,2 miliar. Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan. defisit migas masih menekan neraca dagang.

“Memang, migasnya masih defisitnya masih cukup besar, sehingga non migas belum bisa melahirkan surplus kalau sudah digabung,” ujar Darmin dikutip dari DetikFinance, September lalu.

Meski begitu, Darmin menuturkan, defisit tahun ini bakal di bawah tahun 2018. Dia memperkirakan defisit tahun ini sebesar USD 2 miliar. “Tapi, apapun juga hasilnya ya surplus dan sehingga tahun ini sampai Agustus, defisit kita jauh di bawah tahun lalu. Tahun lalu mungkin defisitnya di atas USD 8 miliar perdagangannya. Tahun ini sampai Agustus, kalau nggak salah USD 1,8 miliar. Mungkin sepanjang tahun, mungkin sekitar USD 2 miliar defisitnya. Jadi membaik, jauh membaik dibanding tahun lalu,” paparnya.

Dia berharap, neraca dagang akan membaik tahun depan. Sebab, pemerintah akan menjalankan program biodiesel 30 persen atau B30. Menurut Darmin, B30 semakin menekan impor migas. “Mudah-mudahan awal tahun depan mewujudkan B30 sehingga migasnya defisitnya makin lama makin kecil,” tutupnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top