INTERNASIONAL

Pesawat 737 MAX Dilarang Terbang, Asosiasi Pilot Ajukan Tuntutan ke Boeing

Pesawat terbang milik maskapai Soutwest Airlines. (Foto: News Inflight)

Kate.id – Asosiasi Pilot Southwest Airlines mengajukan tuntutan hukum terhadap Boeing Co, Senin (7/10/2019). Tuntutan ini imbas pelarangan terbang pesawat-pesawat 737 MAX buatan pabrik itu. Dikatakan, akibat pelarangan tersebut, telah membuat para pilot kehilangan gaji sedikitnya USD 100 juta atau setara sekira Rp 1,4 triliun.

Southwest Airlines adalah pengguna terbesar MAX, dengan 34 pesawat jet di armada penerbangannya, saat maskapai di seluruh dunia mengandangkan pesawat MAX pada Maret. Keputusan penghentian penerbangan pesawat-pesawat MAX itu mereka ambil pascakecelakaan maut dua pesawat, yang menewaskan total 346 orang.

Southwest Airlines, yang memberikan layanan penerbangan dengan harga cukup murah, tahun ini saja memiliki pesanan 41 lagi jet MAX. Namun, penyerahan jet-jet itu masih dibekukan sehingga maskapai tersebut terpaksa membatalkan lebih dari 100 penerbangan setiap harinya serta mengurangi jam terbang bagi para pilot.

Dalam pernyatannya, Southwest Airlines Pilots Association (SWAPA) mengatakan tuntutan hukum menyatakan bahwa para pilot dahulu setuju menerbangkan pesawat 737 MAX berdasarkan pernyataan Boeing bahwa jet tersebut ideal dan serupa dengan model-model 737 sebelumnya yang sudah dibuktikan oleh waktu dan sudah terbang selama bertahun-tahun. “Pernyataan mereka tidak benar,” kata SWAPA, dikutip dari Reuters.

Menanggapi hal ini, juru bicara Boeing Chaz Bickers mengatakan, pihaknya menghargai hubungan yang telah lama dengan SWAPA. “Kami yakin tuntutan hukum ini tidak akan berhasil dan kami bertekad untuk membela diri,” ujarnya. dikatakan Chaz, perusahaan pembuat pesawat itu akan terus bekerja sama dengan Southwest dan para pilotnya dalam upaya mengembalikan MAX melanjutkan layanan penerbangan secara aman.

SWAPA memperkirakan, pelarangan terbang 737 MAX telah menyebabkan pembatalan lebih dari 30 ribu penerbangan Southwest. Serta menurunkan layanan bagi penumpang sebesar 8 persen hingga akhir 2019. Untuk itu, Southwest sedang menjadwalkan penerbangan tanpa MAX hingga setidaknya sampai awal Januari 2020, sambil menunggu izin dari badan pengatur penerbangan komersial.

Para pilot American Airlines Group, yang sejauh ini telah membatalkan banyak penerbangan MAX hingga awal Desember, juga telah menuntut kompensasi atas gaji yang menurun terkait pelarangan terbang 737 MAX. Namun, mereka belum mengajukan tuntutan hukum. SWAPA yang mewakili sekitar 10 ribu pilot Southwest mengatakan pihaknya menyampaikan tuntutan hukum itu di Pengadilan Distrik Dallas County, Texas, Amerika Serikat. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top