EKONOMI & BISNIS

Harga Minyak Dunia dan Emas Terus Lanjutkan Penurunan

ilustrasi

Kate.id – Harga minyak dunia mengalami penurunan. Tercatat harga minyak dunia turun tipis pada akhir perdagangan Senin atau Selasa (8/10/2019) pagi WIB. Dikutip dari Xinhua, Penurunan ini lantaran investor mencerna berita beragam untuk mengukur permintaan minyak mentah dan tingkat pasokan.

Harga minyak mentah berjangka yang menjadi patokan di Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November kehilangan 0,06 dolar AS menjadi menetap pada USD 52,75 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun tipis USD 0,02 menjadi ditutup pada USD 58,35 per barel di London ICE Futures Exchange.

Dalam pekan yang berakhir 1 Oktober, penjualan enam kontrak berjangka dan opsi paling penting yang terkait dengan harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam hampir empat bulan. Dengan dana lindung nilai (hedge funds) dan manajer uang lainnya menjual setara dengan 96 juta barel, menurut statistik Reuters pada Senin (7/10/2019), yang menunjuk pada melemahnya permintaan global. Namun produksi minyak mentah oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencatat penurunan bulan-ke-bulan paling tajam dalam hampir 17 tahun pada September, menurut survei S&P Global Platts yang dirilis pada Senin (7/10/2019), mengurangi pasokan global.

Produksi minyak OPEC bulan lalu merosot 1,48 juta barel per hari (bph) dari Agustus menjadi 28,45 juta barel per hari. Penurunan ini karena terbebani serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Abqaiq Arab Saudi dan ladang Khurais, serta sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.

Selain harga minyak dunia, harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange juga kembali turun Selasa pagi. Penurunan ini terjadi setelah pada akhir pekan lalu menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari. Hal ini lantaranlogam mulia tertekan oleh greenback atau dolar yang lebih kuat. Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD 8,5 atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada USD 1.504,4 per ounce.

Dolar AS menguat di tengah melemahnya pound Inggris, karena investor semakin khawatir tentang prospek Brexit, yang dapat berakhir tanpa kesepakatan dan volatilitas yang terjadi kemudian. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersikeras Inggris akan meninggalkan blok Uni Eropa, dengan atau tanpa kesepakatan pada 31 Oktober.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09 persen menjadi 98,99 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 8,5 sen atau 0,48 persen menjadi ditutup pada USD 17,54 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD 1,4 atau 0,16 persen, menjadi USD 888,3 per ounce. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top