HUKUM & KRIMINAL

Ungkap Jaringan Internasional, BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu-Sabu di Kaltim

BNN bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan international (Foto: BNNK Balikpapan)

BALIKPAPAN, Kate.id – Badan Narkotika Nasional ( BNN) bersama Bea Cukai berhasil mengungkap penyelundupan narkotika jaringan international di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Barang bukti yang diamankan tak tanggung-tanggung, seberat 38 kilogram (kg) narkotika jenis sabu-sabu.

Dalam keterangannya, Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari menjelaskan, pengungkapan ini berhasil diungkap atas operasi gabungan BNN bersama Bea Cukai Kalbagtim.

“Tim kami berhasil menggagalkan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika jenis kristal methamphetamine (sabu-sabu) di wilayah Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur,” katanya, saat jumpa pers di Kantor BNNK Kota Balikpapan, di Kaltim, Senin (7/10/2019).

Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari bersama petugas memberikan keterangan di BNNK Balikpapan. (Foto: BNNK Balikpapan)

Ia menjelaskan, kasus ini bermula dari hasil pengembangan dan informasi masyarakat, tentang adanya pengiriman narkoba dari Tawau, Malaysia menuju Kalimantan Timur melewati Kalimantan Utara.

Dari hasil penyelidikan lebih lanjut pada Sabtu 5 Oktober lalu, tim gabungan melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan sebuah kendaraan mobil double cabin di jalan A. Yani, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim. Petugas berhasil mengamankan pengemudi serta melakukan pengeledahan terhadap kendaraan tersebut.

“Pada saat pengeledahan didapati 2 buah tas berwarna hitam yang keseluruhannya berisi 38 kemasan plastik berisi serbuk Kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 38 Kg. Narkotika tersebut disembunyikan di box sound system kabin belakang mobil,” ungkapnya.

Para tersangka. Mereka terancam hukuman maksimal, hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Foto: BNNK Balikpapan)

Dari penindakan tersebut, selanjutnya petugas melakukan upaya pengembangan dengan controlled delivery menuju Kota Samarinda untuk mendapatkan penerima dan jaringannya.

Hasilnya, berhasil diamankan 4 orang pelaku, yaitu FK (34) dan TN alias T (51) selaku kurir pengirim, dan AS (39) dan RD (32) selaku penerima. “Barang bukti dan tersangka telah diamankan oleh pihak BNN untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum,” tegasnya.

190 Ribu Jiwa Terselamatkan

Barang bukti 38 kemasan plastik berisi 38 kg sabu-sabu (Foto: BNNK Balikpapan)

Dari penggagalan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 38 kg tersebut, kata Amran, lebih dari 190 ribu jiwa terselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika. “Dengan asumsi satu gram sabu dapat dikonsumsi oleh lima orang,” sebutnya.

Dia mengingatkan, peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memang sangat rawan. Sebab, penyelundupan masuk melalui jalur-jalur tikus, baik lintas darat maupun laut. Dimana, kondisi geografis kedua provinsi ini sangat luas dan menjadi akses mudah masuknya Narkotika dari luar.

Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan sinergitas semua pihak, mulai dari BNN, Polri, TNI, Bea Cukai, lembaga yudikatif, lembaga pemasyarakatan, pemprov dan instansi lainnya serta peran serta aktif masyarakat untuk berperang melawan musuh bersama, yaitu narkotika.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tandasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top