NASIONAL

Mulai Tahun Depan Semua Produk Minyak Goreng Wajib Pakai Kemasan

Mulai tahun depan pemerintah melarang peredaran minyak goreng curah. (Foto: istimewa)

JAKARTA, Kate.id – Mulai 2020, penjualan minyak goreng wajib menggunakan kemasan agar tetap higienis. Penggunaan kemasan ini karena mempertimbangkan aspek kesehatan untuk masyarakat Indonesia. Hal ini diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/10/2019).

“Kalau harus dikemas itu supaya minyak yang sampai ke tangan konsumen higienis. Jangan sampai pakai minyak curah karena tidak sehat,” ujar Airlangga, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Oleh sebab itu Airlangga menjelaskan, mekanisme yang dikeluarkan pemerintah adalah pabrik tidak boleh menjual langsung ke konsumen. Melainkan minyak tersebut harus melalui proses pabrik kemasan untuk dikemas sehingga ketika sampai ke tangan konsumen sudah dalam bentuk kemasan.

“Kalau minyak curah itu yang dilarang yang ke pasaran. Tapi kalau antara pabrik dengan pabrik pengemasan boleh. Jadi memang dalam bentuk pabrik tapi pabrik tidak boleh menjual langsung ke konsumen. Jadi kalau ke konsumen harus masuk dalam kemasan,” jelasnya.

Airlangga melanjutkan, hal ini tentu akan berpengaruh kepada harga minyak goreng di pasaran meskipun belum diketahui besaran dari kenaikan harga tersebut. Namun Airlangga memastikan kenaikan itu hanya akan sebatas pada penambahan harga kemasan atau packaging cost.

“Ya pastilah (ada kenaikan harga), minyak curah kan tidak pakai kemasan. Kebijakan itu memang untuk kesehatan supaya konsumennya higienis, jangan sampai pakai curah-curah itu tidak sehat,” sebutnya.

Sementara itu Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengklaim seluruh produsen minyak goreng di Indonesia telah sepakat untuk tidak lagi memasok minyak goreng curah ke pasaran. Mereka akan menggantinya dengan minyak goreng kemasan per 1 Januari 2020.

“Kami semua sepakat, para produsen sepakat, tidak lagi akan menyuplai minyak goreng curah, yang disuplai dalam bentuk kemasan,” kata Enggartiasto seusai pembukaan The Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) Annual Rubber Conference 2019 di Yogyakarta, Senin.

Menurutnya, per 1 Januari 2020 persediaan minyak goreng kemasan sudah harus ada hingga di pelosok perdesaan. Meski demikian, pihaknya tidak akan melakukan penarikan minyak goreng curah yang masih ada di pasaran. “Tidak ditarik, jadi per tanggal 1 Januari itu harus ada (minyak goreng kemasan) di seluruh pasar, warung, sampai di pelosok perdesaan,” kata Enggar.

Mengingat seluruh produsen telah menyepakati penghentian produksi minyak goreng curah yang dinilai tidak sehat dan lebih mahal, Enggar mengatakan apabila masih ada penjual yang nekat menjual maka konsumen sendiri yang akan menilai. “Harusnya rakyat akan (menilai), ya buat apa beli itu. Harganya lebih mahal,” terangnya.

Enggar mengatakan kebijakan itu sudah sekian tahun dikaji atas dasar menjaga kesehatan masyarakat. Karena minyak goreng curah merupakan daur ulang dari minyak bekas yang berbahaya bagi kesehatan. “Dari sisi kesehatan tidak terjamin dan dari segi halal apalagi, dan itu tidak bisa kita diamkan,” sebutnya.

Selain aspek kesehatan, menurut dia, banyak temuan di lapangan membuktikan bahwa harga minyak goreng kemasan lebih murah dibandingkan minyak goreng curah. “Semula, ada kekhawatiran mengenai harga. Bahwa harga curah lebih murah dibandingkan dengan harga kemasan sederhana. Negosiasi kami berjalan terus dengan para pengusaha dan ternyata fakta di lapangan juga yang curah lebih mahal,” tutup Enggar. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top